Hei kawan-kawan, kembali lagi di Microstock Indonesia, tempat belajar mencari uang secara online.
Buat kawan-kawan yang baru mulai jadi Shutterstock Contributor, mungkin pernah bingung melihat berbagai macam status yang muncul setelah kita upload karya.
Kadang muncul tulisan Approved. Kadang Rejected atau Not Approved. Ada juga Image Needs Correction. Dan belakangan mungkin ada yang melihat status Eligible for Data Licensing.
Terus muncul pertanyaan, "Ini maksudnya apa sih?"
1. Approved
Ini status yang paling kita tunggu-tunggu. Approved artinya karya kita sudah disetujui untuk dilisensikan melalui marketplace Shutterstock.
Misalnya kita upload sebuah foto. Setelah diperiksa oleh tim review Shutterstock, ternyata foto tersebut memenuhi persyaratan teknis, legal, dan metadata. Maka hasilnya akan muncul sebagai Approved.
Kalo sudah approved, bukan berarti fotonya langsung menghasilkan download ya. Ini baru berarti karya kita sudah diterima dan bisa masuk ke marketplace.
Shutterstock menjelaskan bahwa konten yang disetujui untuk licensing melalui creative marketplace akan dipublikasikan di portfolio dalam waktu hingga 72 jam setelah approval. Setelah karya sudah live, barulah pembeli bisa menemukan dan mendownloadnya. Jadi urutannya kurang lebih:
Upload → Review → Approved → Masuk marketplace → Ditemukan pembeli → Download → Dapat royalti
Nah, kalo sudah sampai tahap ini, tinggal berharap karya kita ditemukan oleh pembeli. Tapi tentu aja, jangan cuma berharap. Metadata seperti deskripsi dan keyword juga perlu dibuat dengan baik supaya karya lebih mudah ditemukan.
2. Rejected / Not Approved
Nah, kalo yang ini kebalikannya. Rejected atau Not Approved artinya karya kita nggak disetujui untuk masuk ke marketplace. Tapi jangan langsung panik. Ditolak bukan berarti akun kita bermasalah.
Biasanya yang ditolak adalah karyanya, bukan berarti seluruh akun contributor kita kena masalah. Shutterstock juga menyediakan informasi mengenai alasan penolakan. Kawan-kawan bisa membuka detail review untuk melihat alasan kenapa karya tersebut nggak disetujui.
Penyebabnya bisa macam-macam. Misalnya:
- Foto kurang tajam.
- Noise terlalu banyak.
- Ada masalah exposure.
- Ada artefak editing.
- Kontennya terlalu mirip dengan karya lain.
- Ada masalah legal.
- Metadata kurang sesuai.
- Atau ada alasan lain yang berkaitan dengan standar Shutterstock.
Jadi kalo foto ditolak, jangan langsung dibuang dan jangan langsung merasa nggak jago motret. Mending lihat dulu alasan penolakannya. Dari situ kita bisa belajar supaya karya berikutnya lebih baik.
3. Image Needs Correction
Nah, status yang satu ini agak berbeda. Image Needs Correction secara sederhana berarti ada sesuatu yang perlu diperbaiki pada karya tersebut sebelum bisa diproses lebih lanjut atau disubmit dengan benar.
Jadi jangan langsung menganggap status ini sama dengan rejected. Kalo rejected atau not approved, karya sudah melewati proses review dan hasilnya adalah nggak disetujui. Sedangkan Image Needs Correction lebih mengarah ke adanya hal yang perlu kita koreksi.
Misalnya ada informasi yang kurang tepat atau ada bagian dari submission yang perlu diperbaiki. Jadi kalo melihat status ini, jangan langsung panik. Coba buka detailnya dan lihat apa yang diminta Shutterstock untuk diperbaiki. Setelah diperbaiki, kita bisa mengikuti proses yang tersedia di dashboard untuk mengirimkannya kembali.
4. Eligible for Data Licensing
Nah, ini yang mungkin bikin kawan-kawan paling bingung. Karena kita biasanya berpikir:
"Kalo karya saya nggak approved, berarti ditolak dong?"
Belum tentu. Eligible for Data Licensing adalah status yang berbeda dengan approved untuk marketplace. Secara sederhana, status ini menunjukkan bahwa karya tersebut memenuhi syarat untuk dipertimbangkan dalam program Data Licensing Shutterstock, bukan berarti karya tersebut sudah disetujui untuk dijual di marketplace kreatif Shutterstock.
Nah, ini penting. Jangan sampai kawan-kawan melihat tulisan Eligible for Data Licensing, lalu mengira: "Wah, foto saya sudah approved dan tinggal nunggu download."
Nggak begitu. Status tersebut berkaitan dengan penggunaan konten untuk data licensing, yang merupakan jalur berbeda dari licensing karya kepada pelanggan marketplace untuk kebutuhan kreatif.
Jadi ada perbedaan antara:
Creative Marketplace
Karya digunakan oleh pelanggan untuk berbagai kebutuhan kreatif seperti desain, website, iklan, media sosial, dan sebagainya.
Dengan Data Licensing
Karya dapat masuk dalam program lisensi data Shutterstock sesuai dengan ketentuan dan program yang berlaku. Makanya statusnya juga berbeda.
Jadi, Mana yang Menghasilkan Download?
Kalo tujuan utama kawan-kawan adalah mendapatkan download dari pembeli Shutterstock, status yang perlu diperhatikan adalah karya tersebut sudah Approved untuk marketplace dan sudah masuk ke portfolio.
Setelah karya live, pembeli baru bisa menemukan dan melisensikan karya tersebut melalui marketplace. Shutterstock menjelaskan bahwa contributor mendapatkan penghasilan ketika pelanggan melisensikan karya mereka, dengan besarnya penghasilan tergantung antara lain pada jenis paket, jenis lisensi, dan earnings level contributor. Jadi jangan menganggap semua status yang muncul berarti hal yang sama.
Biar Gampang, Begini Gambaran Sederhananya
Kalo kita sederhanakan:
Approved
Rejected / Not Approved
Image Needs Correction
Eligible for Data Licensing
Jangan Sedih Kalo Banyak yang Rejected
Ini yang sering bikin contributor pemula patah semangat. Misalnya upload 20 foto. Yang approved cuma 8. Sisanya rejected. Terus langsung mikir,
"Waduh, berarti saya nggak cocok jadi contributor."
Santai dulu, kawan-kawan. Penolakan adalah bagian dari proses belajar. Semakin sering kita upload, kita akan mulai memahami pola-pola tertentu. Kita jadi tahu foto seperti apa yang sering bermasalah. Kita jadi lebih peka terhadap noise. Kita jadi lebih teliti melihat fokus. Kita juga mulai bisa memperkirakan apakah sebuah foto terlalu mirip dengan karya lain atau nggak.
Lama-lama kemampuan kita dalam memilih karya yang layak upload juga akan meningkat.
Jangan Cuma Mengejar Approved
Satu hal lagi. Jangan sampai tujuan kita cuma:
"Yang penting approved."
Approved memang menyenangkan. Tapi approved bukan berarti pasti laku. Shutterstock sendiri menjelaskan bahwa nggak ada satu rumus rahasia untuk membuat portfolio sukses. Mereka menyarankan contributor untuk terus membangun portfolio, memperhatikan metadata, dan memahami konten yang sedang dibutuhkan pasar.
Jadi setelah karya approved, pekerjaan kita sebenarnya belum selesai. Karya tersebut masih harus ditemukan oleh pembeli. Dan setelah itu, pembeli juga harus merasa karya kita cocok dengan kebutuhan mereka.


0 comments:
Posting Komentar