Hei kawan-kawan, kembali lagi di Microstock Indonesia, tempat belajar mencari uang secara online.
Kalau kalian baru mulai belajar dunia microstock, mungkin muncul pertanyaan seperti ini:
"Saya harus mulai dari website yang mana?"
Pertanyaan ini sangat wajar. Soalnya sekarang ada banyak sekali website microstock yang menerima foto, ilustrasi, vector, maupun video. Tapi apakah semuanya cocok untuk pemula? Menurut saya, tidak.
Kalau baru memulai, saya justru menyarankan untuk fokus ke beberapa website terlebih dahulu. Setelah sudah paham cara kerja microstock dan mulai memiliki banyak portofolio, barulah mencoba platform yang lain.
Nah, berikut beberapa website microstock yang menurut saya cocok untuk pemula.
1. Shutterstock
Kalau berbicara tentang microstock, Shutterstock hampir selalu menjadi rekomendasi pertama.
Alasannya sederhana. Shutterstock memiliki jumlah pembeli yang sangat besar dari berbagai negara. Selain itu, proses upload juga relatif mudah dipahami oleh pemula. Di Shutterstock, kalian bisa menjual berbagai jenis karya seperti foto, ilustrasi, vector, video, hingga musik.
Banyak contributor yang memulai perjalanan microstock mereka dari Shutterstock karena platform ini sudah sangat dikenal di industri kreatif.
2. Adobe Stock
Website kedua yang sangat saya rekomendasikan adalah Adobe Stock. Kalau kalian sudah terbiasa menggunakan Photoshop, Illustrator, atau Lightroom, Adobe Stock terasa sangat nyaman karena masih berada dalam ekosistem Adobe.
Selain itu, menurut pengalaman banyak contributor, harga royalti per download di Adobe Stock sering kali lebih tinggi dibandingkan beberapa platform microstock lainnya.
Haruskah Upload ke Semua Website?
Menurut saya, tidak perlu terburu-buru. Kalau baru mulai, fokuslah dulu di satu atau dua website.
Pelajari bagaimana cara membuat keyword yang baik, memahami kebutuhan pasar, serta membangun portofolio yang berkualitas. Setelah mulai terbiasa dan proses upload sudah menjadi rutinitas, barulah kalian bisa memperluas jangkauan dengan mengupload karya ke website microstock lainnya.
Dengan cara ini, kalian tidak akan merasa kewalahan mengurus banyak akun sekaligus.
Mana yang Saya Sarankan?
Tentu saja ini bukan berarti website yang lain jelek. Masih ada banyak platform microstock lainnya yang juga bagus. Namun menurut saya, dua website di atas sudah lebih dari cukup untuk menjadi tempat belajar sekaligus membangun portofolio bagi contributor pemula.


0 comments:
Posting Komentar