Belajar mencari uang secara online

Cari artikel disini ...

Bolehkan generate deskripsi dan kata kunci pakai AI buat upload di shuttterstock?



Hei kawan-kawan, kembali lagi di Microstock Indonesia, tempat belajar mencari uang secara online.

Belakangan ini AI makin canggih. Tinggal upload foto, beberapa detik kemudian AI langsung bikinin judul, deskripsi, sampai puluhan keyword. Nah, akhirnya banyak yang nanya,

"Emang boleh ya generate deskripsi dan keyword pake AI buat upload ke Shutterstock?"

Jawaban singkatnya... Boleh.

Sampai saat artikel ini ditulis, Shutterstock ataupun website microstock lain tidak melarang contributor menggunakan AI untuk membantu membuat judul, deskripsi, maupun keyword. Yang penting, informasi yang dihasilkan tetap akurat, relevan, dan sesuai dengan isi karya. Jadi AI itu sebaiknya dianggap sebagai asisten, bukan sebagai orang yang ngerjain semuanya.

AI Bisa Bantu Hemat Waktu

Jujur aja, buat banyak contributor, bikin keyword itu kadang lebih capek daripada motret atau bikin desainnya. Apalagi kalo sehari upload puluhan bahkan ratusan file. Nah, di sinilah AI bisa sangat membantu.

Misalnya kalian upload foto secangkir kopi di atas meja kayu. AI bisa langsung menghasilkan judul, deskripsi, dan puluhan keyword yang masih berhubungan dengan foto tersebut. Hasilnya? Waktu kerja jadi jauh lebih cepat.

Tapi Jangan Langsung Copy-Paste

Walaupun AI pintar, bukan berarti hasilnya selalu benar. Kadang AI suka ngasih keyword yang sebenarnya nggak ada di gambar.

Misalnya fotonya cuma secangkir kopi. Eh, AI malah nambahin keyword seperti "breakfast", "croissant", "office", atau "business meeting", padahal di fotonya nggak ada sama sekali. Kalo keyword seperti ini dibiarkan, justru bisa bikin kualitas metadata jadi kurang bagus. Makanya, selalu luangkan waktu buat ngecek lagi hasil dari AI sebelum diupload.

Jangan Memasukkan Keyword yang Menyesatkan

Ini yang paling penting. Jangan karena pengen dapat lebih banyak download, kita sengaja masukin keyword yang nggak ada hubungannya sama karya. Misalnya upload foto kucing, tapi keyword-nya ditambah "dog", "rabbit", "lion", atau "tiger" biar muncul di lebih banyak pencarian.

Cara seperti ini justru bisa merugikan. Pembeli jadi susah menemukan karya yang benar-benar mereka cari, dan metadata kita juga jadi kurang berkualitas. Ingat, keyword itu tugasnya membantu pembeli menemukan karya yang tepat, bukan mengejar jumlah keyword sebanyak-banyaknya.

AI Tetap Nggak Bisa Gantikan Mata Manusia

Saya sendiri juga sering memanfaatkan AI buat membantu pekerjaan. Tapi setelah AI selesai membuat judul, deskripsi, dan keyword, saya tetap membacanya lagi satu per satu. Kadang ada kata yang kurang pas. Kadang ada keyword yang terlalu umum. Kadang juga ada keyword yang sebaiknya dihapus karena nggak relevan. Jadi sentuhan manusia tetap dibutuhkan.

Anggap aja AI itu partner kerja yang bisa mempercepat proses, tapi keputusan akhirnya tetap ada di tangan kita.

Gunakan AI dengan Bijak

Menurut saya, AI adalah salah satu alat yang bisa membantu contributor menjadi lebih produktif. Kalau dulu kita bisa menghabiskan beberapa menit hanya untuk membuat metadata satu gambar, sekarang prosesnya bisa jauh lebih cepat.

Waktu yang tadinya habis buat mikirin keyword bisa dipakai buat motret lagi, bikin ilustrasi lagi, atau edit karya berikutnya. Yang penting, jangan asal percaya 100% sama hasil AI. Selalu cek kembali sebelum menekan tombol submit.



Share:

0 comments:

Posting Komentar