Hei kawan-kawan, kembali lagi di Microstock Indonesia, tempat belajar mencari uang secara online.
Buat yang baru mulai jadi Shutterstock Contributor, mungkin pernah kepikiran:
"Upload karya ke Shutterstock mending lewat HP atau laptop sih?"
Apalagi sekarang HP udah canggih. Motret bisa pake HP. Edit bisa pake HP. Bahkan upload juga bisa lewat HP. Terus apakah laptop masih diperlukan?
Jawabannya... Dua-duanya bisa.
Tapi kalo ditanya mana yang mending, menurut saya tergantung kebutuhan dan jumlah karya yang mau kita upload. Yuk kita bahas satu-satu...
Upload Lewat HP
Upload lewat HP punya satu kelebihan yang paling jelas: Praktis. Kawan-kawan bisa upload hampir dari mana aja. Misalnya habis motret pake HP, langsung edit, kemudian upload ke Shutterstock. Nggak perlu pindah file ke laptop. Nggak perlu buka komputer. Cukup dari HP.
Buat yang cuma upload beberapa foto sesekali, cara ini sebenarnya sudah cukup nyaman. Apalagi kalo foto memang diambil menggunakan HP. Alurnya jadi simpel:
Motret → Edit → Upload.
Selesai.
HP Cocok Buat yang Suka Praktis
Misalnya kawan-kawan lagi jalan-jalan. Lihat objek yang menarik. Langsung foto. Setelah itu edit sedikit menggunakan Lightroom Mobile atau Snapseed. Kemudian upload. Nggak perlu menunggu sampai pulang dan membuka laptop. Ini bisa jadi keuntungan tersendiri. Karena semakin simpel prosesnya, kita juga jadi lebih mudah konsisten upload.
Tapi Ada Kekurangannya
Walaupun praktis, upload lewat HP juga punya beberapa kekurangan. Yang pertama adalah layarnya kecil. Saat memilih foto, kita mungkin nggak terlalu memperhatikan detail kecil. Misalnya foto terlihat tajam di HP. Tapi ketika dibuka di layar yang lebih besar, ternyata ada sedikit blur atau noise. Hal seperti ini kadang baru kelihatan setelah foto diperbesar.
Selain itu, mengatur banyak file lewat HP juga bisa terasa merepotkan. Apalagi kalo kawan-kawan punya puluhan atau ratusan foto yang harus dipilih dan diupload.
Upload Lewat Laptop
Nah, kalo menggunakan laptop, prosesnya memang sedikit lebih ribet. Kita harus memindahkan file terlebih dahulu. Tapi ada beberapa keuntungan yang cukup besar. Yang pertama adalah layar lebih besar. Kita bisa melihat foto dengan lebih jelas. Bisa zoom sampai 100%. Bisa mengecek detail. Bisa melihat noise. Bisa mengecek fokus. Bisa memastikan nggak ada artefak editing.
Hal-hal kecil seperti ini penting banget sebelum sebuah foto kita kirim ke Shutterstock.
Laptop Lebih Nyaman Buat Banyak File
Kalo kawan-kawan sudah punya banyak karya, laptop biasanya terasa jauh lebih nyaman. Misalnya hari ini kalian selesai motret 100 foto. Nggak mungkin semuanya langsung diupload. Kita harus memilih dulu. Mana yang bagus? Mana yang terlalu mirip? Mana yang blur? Mana yang kurang tajam? Mana yang punya potensi dijual? Dengan layar laptop yang lebih besar, proses seperti ini biasanya jauh lebih nyaman. Apalagi kalo kita juga melakukan editing menggunakan Photoshop atau Lightroom.
Metadata Juga Lebih Enak
Hal lain yang menurut saya cukup penting adalah mengisi metadata. Misalnya:
- Judul
- Deskripsi
- Keyword
Kalo cuma upload satu atau dua foto, HP sebenarnya masih oke. Tapi kalo harus mengurus banyak karya, keyboard fisik laptop biasanya jauh lebih nyaman. Kita bisa mengetik lebih cepat. Bisa melakukan copy-paste. Bisa berpindah antar file dengan lebih gampang. Dan bisa melihat informasi karya dengan lebih luas.
Jadi Mana yang Lebih Bagus?
Kalo cuma untuk upload, sebenarnya HP dan laptop sama-sama bisa digunakan. Tapi kalo kawan-kawan serius membangun portfolio microstock dan jumlah karya yang dikelola sudah banyak, menurut saya laptop lebih nyaman.
Bukan berarti HP jelek. Justru HP sangat berguna untuk workflow yang cepat dan praktis. Misalnya:
Motret → Edit → Upload langsung.
Sedangkan laptop lebih cocok untuk pekerjaan yang membutuhkan pengelolaan file lebih banyak dan pengecekan yang lebih detail.
Jangan Terjebak Harus Punya Laptop Mahal
Ada satu hal lagi. Jangan berpikir harus punya laptop mahal dulu baru bisa menjadi contributor. Nggak perlu. Laptop sederhana yang bisa menjalankan browser dan software editing yang kalian butuhkan sebenarnya sudah cukup untuk memulai.
Begitu juga dengan HP. Nggak harus HP flagship. Yang penting kamera dan hasil fotonya memang mampu menghasilkan karya yang memenuhi standar platform.
Jadi jangan terlalu fokus sama alat. Fokus dulu sama karya dan konsistensi.
Kalo Saya, Pilih Mana?
Kalo saya harus memilih satu untuk workflow microstock jangka panjang, saya akan memilih laptop. Alasannya sederhana. Lebih nyaman untuk:
- Memilih banyak foto.
- Mengecek detail.
- Editing.
- Mengatur file.
- Menulis metadata.
- Upload banyak karya.
- Mengelola portfolio.
Tapi bukan berarti HP ditinggalkan. HP tetap sangat berguna untuk motret, editing cepat, dan upload ketika sedang nggak berada di depan laptop.
Jadi sebenarnya kombinasi keduanya justru paling enak.


0 comments:
Posting Komentar