Belajar mencari uang secara online

Cari artikel disini ...

Apakah Foto yang Akan Diupload ke Shutterstock Harus Diedit?



Hei kawan-kawan, kembali lagi di Microstock Indonesia, tempat belajar mencari uang secara online.

Ada satu pertanyaan yang cukup sering ditanyakan oleh contributor pemula:

"Kalo mau upload foto ke Shutterstock, fotonya harus diedit dulu nggak?"

Jawabannya... Nggak harus.

Foto yang langsung dari kamera sebenarnya bisa aja diupload ke Shutterstock, selama foto tersebut sudah memenuhi standar kualitas dan persyaratan yang berlaku. Jadi editing itu bukan kewajiban. Tapi...

Editing bisa membantu membuat foto kita jadi lebih bagus dan lebih siap untuk dijual.

Foto dari Kamera Langsung Bisa Diupload

Misalnya kawan-kawan motret menggunakan kamera dan hasilnya sudah bagus. Exposure-nya pas. Warna sudah enak dilihat. White balance juga sudah benar. Fokusnya tajam. Nggak ada noise yang mengganggu. Kalo memang sudah seperti itu, sebenarnya nggak ada alasan wajib untuk mengeditnya lagi. Langsung upload juga nggak masalah.

Jangan merasa harus memberikan editing yang berlebihan hanya karena melihat contributor lain hasil fotonya kelihatan sangat bagus. Kadang foto yang natural justru lebih disukai.

Tapi Editing Bisa Membantu

Walaupun nggak wajib, editing bisa membantu memperbaiki beberapa bagian dari foto. Misalnya exposure sedikit kurang terang. Warna terlalu pucat. Kontras kurang. White balance agak meleset. Atau ada sedikit bagian yang perlu diperbaiki. Dengan editing sederhana, foto bisa terlihat lebih rapi dan profesional.

Tapi ingat...

Editing bukan berarti harus membuat foto terlihat heboh.

Untuk microstock, justru lebih baik hasil akhirnya terlihat natural dan tetap realistis.

Kalo Edit di Laptop, Bisa Pake Photoshop atau Lightroom

Buat kawan-kawan yang lebih sering bekerja menggunakan laptop atau komputer, ada beberapa software yang bisa digunakan. Yang paling populer tentu aja Adobe Photoshop dan Adobe Lightroom. Lightroom biasanya enak digunakan untuk melakukan editing foto secara keseluruhan. Misalnya mengatur:

  • Exposure
  • Contrast
  • Highlights
  • Shadows
  • White balance
  • Saturation
  • Sharpness

Sedangkan Photoshop lebih cocok kalo kita membutuhkan editing yang lebih detail. Misalnya menghilangkan objek kecil, membersihkan bagian tertentu, atau melakukan retouching. Tapi sekali lagi, nggak harus pake Photoshop. Kalo foto kalian sudah bagus dari awal, Lightroom pun mungkin nggak diperlukan.

Kalo Edit Lewat HP Gimana?

Tenang. Kalo kawan-kawan nggak punya laptop atau lebih nyaman edit menggunakan HP, juga bisa. Sekarang sudah banyak aplikasi editing foto yang cukup bagus. Misalnya:

Snapseed

Snapseed cukup populer karena tools-nya lengkap dan relatif gampang digunakan.

Ada juga:

Lightroom Mobile

Versi mobile dari Lightroom juga bisa digunakan untuk melakukan berbagai penyesuaian foto. Selain itu masih banyak aplikasi editing lain yang bisa digunakan. Intinya bukan aplikasi apa yang kalian pake. Yang paling penting adalah hasil akhirnya.

Jangan Sampai Editing Malah Merusak Foto

Nah, ini yang harus diperhatikan. Karena terlalu semangat editing, kadang foto yang awalnya bagus malah jadi kurang natural. Misalnya:

  • Warna dibuat terlalu terang.
  • Saturation dinaikkan terlalu tinggi.
  • Sharpening berlebihan.
  • HDR terlalu kuat.
  • Kulit terlihat aneh.
  • Atau muncul artefak akibat proses editing.

Kalo sudah seperti ini, justru bisa meningkatkan kemungkinan foto ditolak. Jadi jangan berpikir:

"Semakin banyak diedit berarti semakin bagus."

Nggak begitu. Mending editing secukupnya. Tujuannya adalah memperbaiki foto, bukan mengubahnya sampai terlihat nggak natural.



Jangan Terlalu Takut dengan Foto Natural

Ada juga contributor yang merasa foto harus diedit berat supaya terlihat profesional. Padahal nggak harus. Foto dengan warna natural juga punya pasar sendiri. Misalnya foto makanan. Foto produk. Foto lifestyle. Foto alam. Foto aktivitas sehari-hari.

Kadang pembeli justru membutuhkan foto yang terlihat natural supaya bisa mereka sesuaikan sendiri dengan desain yang sedang dibuat. Jadi jangan merasa foto natural itu berarti foto yang belum selesai.

Selama kualitasnya bagus, foto natural juga bisa dijual.

Yang Penting Periksa Foto Sebelum Upload

Mau diedit atau nggak, sebelum upload mending lakukan pemeriksaan terakhir. Coba lihat foto sampai ukuran 100%.

Perhatikan:

  • Apakah fokusnya tajam?
  • Apakah ada noise berlebihan?
  • Apakah ada bagian yang terlalu terang?
  • Apakah ada bagian yang terlalu gelap?
  • Apakah warna terlihat natural?
  • Apakah ada artefak editing?
  • Apakah ada objek yang mengganggu?
  • Apakah ada logo atau elemen yang bermasalah?

Kadang kesalahan kecil nggak kelihatan ketika foto dilihat sekilas. Tapi begitu diperbesar, baru kelihatan.

Jangan Edit Cuma Karena Takut Ditolak

Ini juga penting. Ada contributor yang berpikir:

"Kalo nggak diedit nanti ditolak."

Padahal nggak begitu. Shutterstock nggak mewajibkan setiap foto harus melalui proses editing tertentu. Yang dinilai adalah apakah karya tersebut memenuhi standar dan persyaratan yang berlaku.

Jadi jangan melakukan editing yang nggak perlu hanya karena takut ditolak. Kalo memang sudah bagus, ya sudah. Nggak perlu dipaksakan.




Share:

0 comments:

Posting Komentar