Belajar mencari uang secara online

Cari artikel disini ...

Apakah foto yang ada logonya boleh diupload ke shutterstock?



Hei kawan-kawan, kembali lagi di Microstock Indonesia, tempat belajar mencari uang secara online.

Kalo kawan-kawan suka motret buat Shutterstock, mungkin pernah mengalami hal seperti ini. Lagi motret makanan, ternyata ada logo merek di kemasannya. Lagi motret orang, eh ternyata di bajunya ada logo perusahaan. Atau lagi motret mobil, ada logo merek yang kelihatan jelas.

Terus muncul pertanyaan:

"Foto yang ada logonya boleh nggak sih diupload ke Shutterstock?"

Jawabannya... Tergantung.

Tapi kalo logonya terlihat jelas dan karya tersebut mau dijual sebagai commercial content, mending jangan langsung upload begitu aja. Yuk kita bahas...

Kenapa Logo Bisa Jadi Masalah?

Logo bukan cuma sekadar gambar. Logo bisa menjadi bagian dari trademark atau merek dagang milik perusahaan tertentu. Contohnya seperti logo minuman, logo sepatu, logo mobil, logo aplikasi, sampai logo perusahaan.

Ketika sebuah logo terlihat jelas dalam foto, pembeli bisa saja menggunakan foto tersebut untuk kebutuhan komersial. Nah, di sinilah masalahnya. Shutterstock harus memastikan bahwa konten yang mereka jual kepada pelanggan nggak menimbulkan masalah hukum terkait trademark, brand, atau hak pihak lain.

Karena itu, Shutterstock punya aturan mengenai penggunaan logo dan merek dalam konten yang dikirim contributor.

Jadi Harus Dihapus?

Kalo kawan-kawan memang ingin menjadikan foto tersebut sebagai commercial content, cara paling aman adalah menghilangkan logo atau merek yang terlihat jelas. Misalnya kalian motret botol minuman. Ada logo besar di bagian depan. Kalian bisa melakukan retouching untuk menghilangkan logo tersebut. Atau mending cari sudut pengambilan gambar yang membuat logo nggak terlihat. Dengan begitu, foto bisa lebih mudah digunakan untuk berbagai kebutuhan komersial.

Tapi Kalo Logonya Cuma Sedikit?

Nah, ini yang sering bikin bingung. Misalnya ada logo kecil di sudut foto. Atau ada tulisan merek yang cuma kelihatan sedikit.

Tetap jangan langsung menganggap, "Ah, kecil kok. Nggak bakal masalah." Karena yang perlu diperhatikan bukan cuma ukurannya. Kalo sebuah merek masih bisa dikenali, tetap ada kemungkinan karya tersebut bermasalah dalam proses review.

Makanya mending cek foto dengan teliti sebelum upload. Zoom sampai 100 persen. Lihat bagian background. Lihat pakaian. Lihat kemasan. Lihat perangkat elektronik. Lihat kendaraan. Kadang logo kecil justru baru kelihatan setelah fotonya diperbesar.

Bagaimana dengan Logo yang Ada di Background?

Ini juga sering terjadi. Misalnya kalian sedang motret seseorang di jalan. Di belakangnya ada papan toko dengan logo perusahaan. Atau kalian motret suasana mall dan ada banyak logo brand di background.

Kalo logo tersebut terlihat jelas dan bisa dikenali, sebaiknya diperhatikan lagi sebelum foto dikirim sebagai commercial content. Kalian bisa melakukan cropping, retouching, atau memilih angle lain supaya logo tersebut nggak terlihat. Tujuannya bukan cuma supaya lolos review. Tapi juga supaya foto kalian lebih fleksibel digunakan oleh pembeli.

Kalo Logo Nggak Bisa Dihilangkan?

Nggak perlu dipaksakan. Ada kalanya sebuah foto memang secara alami memiliki merek atau logo yang sulit dihilangkan. Misalnya foto dokumentasi suatu acara, tempat, atau situasi tertentu. Dalam kondisi seperti ini, jangan asal menghapus logo menggunakan editing kalo hasilnya malah terlihat aneh.

Mending pertimbangkan apakah foto tersebut memang cocok untuk dikirim sebagai commercial content atau justru lebih cocok untuk kategori editorial, jika memang memenuhi seluruh persyaratan editorial Shutterstock.

Nah, ini penting. Adanya logo bukan berarti otomatis sebuah foto boleh atau pasti boleh dikirim sebagai editorial. Editorial punya aturan dan persyaratan sendiri.

Jadi jangan berpikir, "Kalo ada logo, tinggal upload sebagai editorial." Nggak sesederhana itu.

Jangan Cuma Periksa Logo

Sebelum upload, sebenarnya bukan cuma logo yang perlu diperiksa. Ada beberapa hal lain yang juga perlu diperhatikan. Misalnya:

  • Merek dagang.
  • Karya seni milik orang lain.
  • Poster atau artwork.
  • Desain pakaian.
  • Karakter yang dilindungi hak cipta.
  • Nomor plat kendaraan.
  • Orang yang bisa dikenali.
  • Properti tertentu yang memiliki batasan penggunaan.

Jadi biasakan melakukan pengecekan sebelum upload.

Contoh Sederhana

Misalnya kawan-kawan punya foto seseorang sedang memegang smartphone. Di bagian belakang smartphone ada logo perusahaan. Kalo logo tersebut terlihat jelas, mending hapus logonya terlebih dahulu. Setelah itu, foto tersebut bisa menjadi lebih generik.

Pembeli nggak akan melihatnya sebagai foto yang berhubungan dengan satu merek tertentu. Mereka bisa menggunakan foto tersebut untuk berbagai kebutuhan. Misalnya artikel teknologi, aplikasi, komunikasi, bisnis, internet, atau mobile technology. Justru foto yang lebih generik seperti ini bisa punya penggunaan yang lebih luas.

Jangan Menganggap Logo Pasti Bikin Ditolak

Nah, jangan sampai artikel ini membuat kawan-kawan berpikir:

"Berarti kalo ada logo pasti ditolak Shutterstock?"

Nggak juga. Review Shutterstock bisa mempertimbangkan konteks dan jenis kontennya. Ada perbedaan antara commercial content dan editorial content. Karena itu, jangan menggunakan aturan yang terlalu sederhana seperti:

Ada logo = pasti ditolak.

Yang lebih tepat adalah:

Kalo ada logo atau trademark yang terlihat, periksa lagi apakah konten tersebut memenuhi persyaratan untuk jenis licensing yang kita pilih. Kalo ragu, mending cek aturan Shutterstock yang terbaru sebelum mengirimkannya.





Share:

0 comments:

Posting Komentar