Belajar mencari uang secara online

Cari artikel disini ...

Apakah Fitur Collections di Shutterstock Memberi Benefit Buat Contributor?



Hei kawan-kawan, kembali lagi di Microstock Indonesia, tempat belajar mencari uang secara online.

Kali ini kita bakal ngobrolin salah satu fitur di Shutterstock yang mungkin sering kalian lihat, tapi belum tentu sering kalian manfaatkan, yaitu Collections.

Buat yang belum tahu, Collections ini kurang lebih adalah fitur yang memungkinkan contributor membuat kumpulan atau kelompok dari karya-karya yang mereka upload di Shutterstock. Jadi kita bisa mengelompokkan beberapa gambar, ilustrasi, atau aset lainnya berdasarkan tema tertentu.

Nah, pertanyaannya adalah: apakah bikin Collections di Shutterstock benar-benar memberikan benefit buat contributor?

Apakah bisa bikin karya kita lebih laku? Apakah bisa meningkatkan exposure? Atau jangan-jangan cuma fitur tambahan yang sebenarnya nggak terlalu berpengaruh? Yuk kita bahas santai.

Apa Itu Collections di Shutterstock?

Collections bisa dibilang seperti folder atau album yang berisi kumpulan karya. Misalnya kalian punya banyak karya dengan tema summer, kalian bisa bikin satu collection khusus yang berisi desain-desain bertema summer.

Atau kalian punya ilustrasi seperti:

  • Cute animals
  • Christmas
  • Food illustration
  • Business concept
  • Ramadan
  • Background
  • Travel
  • Technology

Semua itu bisa dikelompokkan ke dalam collection masing-masing. Jadi daripada karya kalian cuma berdiri sendiri-sendiri, kalian bisa mengaturnya berdasarkan tema tertentu supaya lebih gampang dilihat sebagai satu kelompok. Konsepnya mirip seperti membuat playlist.

Kalo di YouTube kita bikin playlist berdasarkan jenis video, di Shutterstock kita bisa bikin collection berdasarkan jenis karya.

Terus, Apa Benefitnya Buat Contributor?

Nah, ini bagian yang paling menarik. Secara sederhana, Collections bisa membantu mengorganisir dan mempresentasikan portofolio kalian dengan lebih rapi.

Bayangin kalian punya ribuan karya di Shutterstock. Buyer mungkin menemukan satu karya kalian lewat pencarian. Setelah itu, mereka bisa melihat karya lain yang masih satu tema lewat collection yang kalian buat.

Misalnya ada buyer yang lagi mencari ilustrasi tentang bisnis. Dia menemukan satu ilustrasi kalian yang cocok. Ternyata kalian punya collection khusus berisi ilustrasi business concept dan di dalamnya ada puluhan karya yang masih nyambung. Ini tentunya bisa memberikan kesempatan supaya buyer melihat karya kalian yang lain.

Jadi menurut saya, salah satu benefit paling masuk akal dari Collections adalah membantu buyer menemukan lebih banyak karya kalian yang relevan.

Bisa Bikin Download Jadi Lebih Banyak?

Nah, kalo pertanyaannya apakah Collections otomatis bikin download meningkat, jawabannya jangan langsung berharap terlalu tinggi. Collections bukan tombol ajaib yang begitu dibuat langsung bikin download meledak.

Jangan sampai kita berpikir:

"Hari ini bikin 10 collection, besok royalty naik 300%."

Nggak begitu juga, kawan. 😄 Download tetap dipengaruhi banyak hal, mulai dari kualitas karya, kebutuhan pasar, keyword, judul, kompetisi, tren, sampai apakah karya tersebut memang sedang dibutuhkan buyer. Tapi Collections bisa menjadi salah satu cara untuk meningkatkan kemungkinan karya lain ikut ditemukan.

Misalnya buyer awalnya cuma tertarik dengan satu gambar kalian, tapi setelah melihat collection ternyata ada 20 gambar lain yang cocok. Nah, dari situ ada kemungkinan mereka mengambil karya lainnya juga.

Collections Bisa Membantu Portofolio Terlihat Lebih Profesional

Ini juga cukup menarik. Coba bandingkan dua contributor.

Contributor A punya ribuan karya, tapi semuanya bercampur tanpa pengelompokan yang jelas. Contributor B punya ribuan karya yang dikelompokkan berdasarkan tema. Misalnya:

  • Business Collection
  • Food Collection
  • Travel Collection
  • Nature Collection
  • Christmas Collection

Mana yang lebih gampang dipahami? Jelas yang kedua.

Dengan collection, buyer bisa lebih cepat memahami bahwa kalian punya banyak karya dalam tema tertentu. Apalagi kalo kalian memang serius membangun portofolio microstock berdasarkan niche tertentu.



Cocok Buat Contributor yang Punya Banyak Karya

Menurut saya, semakin banyak karya kalian, semakin terasa manfaat fitur ini. Kalo baru punya 20 karya, mungkin efeknya belum terlalu terasa. Tapi kalo sudah punya ratusan bahkan ribuan aset, pengelompokan bisa membuat portofolio jauh lebih terstruktur.

Misalnya kalian punya 500 ilustrasi makanan. Daripada semuanya bercampur, kalian bisa bikin beberapa collection:

  • Food Illustration
  • Healthy Food
  • Fast Food
  • Cooking Concept
  • Restaurant Illustration

Jadi karya kalian nggak cuma dikumpulkan secara asal, tapi dibuat berdasarkan kebutuhan atau tema yang jelas.

Jangan Bikin Collection Asal Banyak

Ada satu hal yang menurut saya perlu diperhatikan. Jangan berpikir semakin banyak collection berarti semakin bagus. Misalnya kalian punya 100 karya lalu bikin 50 collection yang masing-masing cuma berisi 1–2 karya. Menurut saya itu malah kurang efektif.

Mending bikin collection yang punya tema jelas dan isinya cukup banyak. Contohnya kalian punya 100 ilustrasi hewan. Daripada bikin collection:

  • Cat 1
  • Cat 2
  • Cat 3
  • Dog 1
  • Dog 2
  • Dog 3

Mending dibuat lebih terstruktur seperti: Cute Animal Illustration. Kemudian semua karya hewan yang memang relevan dimasukkan ke sana. Jadi collection-nya punya tujuan yang jelas.

Bisa Dimanfaatkan Buat Membangun Niche

Nah, ini yang menurut saya cukup menarik buat contributor yang memang punya niche. Misalnya kalian fokus membuat desain Christmas. Kalian bisa membuat collection khusus Christmas dan memasukkan berbagai karya yang masih berhubungan. Buyer yang tertarik dengan satu karya Christmas kalian bisa melihat karya Christmas lainnya.

Begitu juga kalo niche kalian adalah:

  • Islamic design
  • Business
  • Education
  • Medical
  • Food
  • Travel
  • Nature
  • Technology
  • Background

Collection bisa menjadi semacam etalase khusus untuk niche tersebut. Jadi bukan cuma upload karya sebanyak-banyaknya, tapi kalian juga menunjukkan bahwa kalian punya banyak aset dalam tema tertentu.

Apakah Shutterstock Mempromosikan Collection Kita?

Ini bagian yang harus dibedakan. Jangan menganggap bahwa membuat collection berarti Shutterstock pasti akan memberikan ranking khusus atau bonus download kepada collection tersebut. Setidaknya, kita jangan menganggap fitur ini sebagai faktor utama yang bisa meningkatkan ranking karya secara langsung.

Lebih aman melihat Collections sebagai fitur kurasi dan pengorganisasian portofolio. Jadi benefit utamanya bukan seperti:

"Shutterstock akan menaikkan ranking karya karena punya collection."

Tapi lebih kepada:

"Karya-karya kita bisa dikelompokkan sehingga lebih mudah dilihat dan ditemukan sebagai satu kesatuan."

Itu dua hal yang berbeda.

Jadi, Perlu Nggak Contributor Membuat Collections?

Menurut saya: perlu dicoba, terutama kalo kalian sudah punya banyak karya. Kenapa? Karena membuat collection nggak membutuhkan kalian membuat karya baru.

Kalian cukup menggunakan karya yang sudah ada dan mengelompokkannya berdasarkan tema. Jadi effort-nya relatif kecil, tapi ada potensi memberikan manfaat tambahan dalam hal penyajian portofolio. Mending manfaatkan fitur yang memang sudah disediakan daripada dibiarkan kosong. Toh, kita nggak kehilangan karya karena memasukkannya ke collection.

Strategi Sederhana Membuat Collections

Kalo kalian bingung mau mulai dari mana, coba lakukan cara sederhana ini. Pertama, lihat portofolio kalian. Cari tema yang punya jumlah karya cukup banyak.

  • Misalnya kalian punya: 100 business illustration Bikin collection Business.
  • Kemudian ternyata kalian punya: 80 food illustration Bikin collection Food.

Dengan cara seperti ini, collection yang dibuat memang punya isi dan tujuan. Jangan terlalu dipaksakan.

Buat Collection Berdasarkan Kebutuhan Buyer

Ini juga bisa menjadi strategi yang menarik. Coba jangan cuma berpikir dari sisi:

"Saya punya karya apa?"

Tapi coba pikir:

"Buyer biasanya mencari apa?"

Misalnya kalian punya banyak desain yang berhubungan dengan social media. Kalian bisa membuat collection yang lebih spesifik seperti:

Social Media Marketing

Daripada cuma:

Marketing

Semakin jelas temanya, semakin gampang buyer memahami isi collection tersebut. Tentunya ini bukan jaminan download bakal meningkat, tapi dari sisi penyajian portofolio menurut saya jauh lebih masuk akal.

Share:

0 comments:

Posting Komentar