Hei kawan-kawan, kembali lagi di Microstock Indonesia, tempat belajar mencari uang secara online.
Pernah nggak sih kalian upload foto ke Adobe Stock, udah pede bakal diterima, eh beberapa hari kemudian malah Rejected? Rasanya pasti nyesek. Apalagi kalo menurut kita fotonya udah bagus.
Tapi tenang aja. Penolakan itu hal yang wajar, bahkan contributor yang udah bertahun-tahun main microstock pun masih sesekali mengalami penolakan.
Nah, di artikel ini kita bakal bahas 5 alasan yang paling sering bikin foto ditolak di Adobe Stock.
1. Kualitas Teknis Kurang Bagus
Ini alasan yang paling sering terjadi. Misalnya:
- Foto kurang tajam.
- Noise terlalu banyak.
- Fokus meleset.
- Motion blur.
- Overexposure atau underexposure.
Kadang di layar HP kelihatan bagus. Tapi pas dilihat di monitor yang lebih besar, baru kelihatan banyak kekurangannya. Makanya sebelum upload, biasakan zoom foto sampai 100%. Periksa lagi detailnya. Jangan buru-buru upload.
2. Noise Berlebihan
Noise adalah bintik-bintik kecil yang biasanya muncul karena foto diambil dalam kondisi minim cahaya atau menggunakan ISO terlalu tinggi. Banyak pemula yang menganggap noise sedikit nggak masalah. Padahal Adobe Stock cukup ketat soal kualitas gambar.
Kalo noise-nya terlalu kelihatan, kemungkinan besar foto bakal ditolak. Makanya usahakan memotret di tempat yang cukup terang dan gunakan ISO serendah mungkin kalo memang memungkinkan.
3. Terlalu Mirip dengan Foto Lain
Misalnya kalian motret satu gelas kopi. Terus upload 30 foto dengan posisi kamera yang bedanya cuma geser sedikit. Nah, ini sering disebut similar content.
Adobe Stock biasanya nggak membutuhkan terlalu banyak foto yang hampir sama persis. Mending pilih beberapa foto terbaik aja. Dengan begitu portofolio kalian juga terlihat lebih rapi.
4. Ada Logo, Merek, atau Hak Cipta
Ini juga sering bikin pemula bingung. Misalnya ada logo di kaos. Ada merek di botol minuman. Ada logo mobil. Ada karakter kartun. Atau ada karya seni milik orang lain yang terlihat jelas di foto. Walaupun menurut kita cuma muncul sedikit, Adobe Stock bisa saja tetap menolaknya karena berkaitan dengan hak cipta atau merek dagang.
Jadi sebelum upload, biasakan cek lagi apakah ada logo atau elemen berhak cipta yang masih terlihat. Kalo ada, mending dihapus dulu atau ambil ulang fotonya.
5. Nilai Komersial Kurang
Nah, ini yang sering bikin contributor heran. Kadang fotonya tajam. Pencahayaannya bagus. Nggak ada noise. Tapi tetap ditolak.
Salah satu penyebabnya bisa jadi karena foto tersebut dianggap kurang memiliki nilai komersial. Artinya, Adobe Stock menilai kemungkinan foto itu digunakan oleh pembeli cukup kecil. Misalnya objeknya kurang jelas. Komposisinya kurang menarik. Atau temanya terlalu umum tanpa memiliki sesuatu yang membuatnya berguna untuk kebutuhan desain.
Bukan berarti fotonya jelek. Tapi mungkin memang kurang sesuai dengan kebutuhan pasar microstock.
Penolakan Itu Bukan Akhir
Banyak contributor baru langsung minder begitu beberapa foto pertama ditolak. Padahal penolakan adalah bagian dari proses belajar. Coba baca alasan penolakannya. Perbaiki di upload berikutnya.
Lama-lama kalian bakal mulai paham standar kualitas yang diinginkan Adobe Stock. Saya sendiri juga pernah mengalami penolakan. Dan saya yakin hampir semua contributor juga pernah mengalaminya. Jadi nggak perlu berkecil hati.



0 comments:
Posting Komentar