Belajar mencari uang secara online

Cari artikel disini ...

Biar foto cepat laku di shutterstock, gini caranya!



Hei kawan-kawan, kembali lagi di Microstock Indonesia, tempat belajar mencari uang secara online.

Siapa sih yang nggak senang kalo baru upload foto, eh besoknya langsung ada yang download? Pasti hampir semua contributor pengennya begitu. Sayangnya...

Di dunia microstock, nggak ada rumus pasti yang bisa bikin foto langsung laku.

Kalo ada yang bilang, "Upload foto ini pasti laris." Atau, "Ikutin cara saya, dijamin langsung cuan."

Menurut saya, kalian perlu hati-hati. Karena kenyataannya, nggak ada yang bisa menjamin sebuah foto pasti akan laku. Tapi tenang. Walaupun nggak ada cara instan, ada beberapa hal yang bisa meningkatkan peluang karya kalian lebih cepat ditemukan dan didownload.

1. Buat Karya yang Memang Dicari Orang

Kesalahan yang sering dilakukan pemula adalah upload apa yang mereka suka. Padahal pembeli belum tentu suka. Coba balik cara berpikirnya.

Jangan bertanya, "Saya pengen motret apa ya?"

Tapi coba tanya, "Orang lagi butuh foto apa ya?"

Misalnya tema seperti:

  • Bisnis
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Makanan
  • Keluarga
  • Olahraga
  • Hari-hari besar

Tema-tema seperti ini biasanya punya pasar yang lebih luas.

2. Jangan Asal Upload

Daripada upload 100 foto yang mirip-mirip, mending upload 10 foto yang benar-benar bagus. Periksa lagi sebelum upload. Apakah fotonya tajam? Apakah pencahayaannya bagus? Apakah ada noise? Apakah komposisinya enak dilihat?

Semakin bagus kualitasnya, semakin besar peluang lolos review dan menarik perhatian pembeli.

3. Judul dan Keyword Jangan Disepelekan

Banyak contributor menghabiskan waktu berjam-jam buat motret. Tapi cuma butuh satu menit buat ngisi keyword. Padahal justru keyword inilah yang membantu pembeli menemukan karya kita.

Bayangin aja kalo foto kalian keren banget, tapi nggak pernah muncul di hasil pencarian. Ya bakal susah didownload. Makanya, isi judul, deskripsi, dan keyword dengan benar. Jangan terlalu sedikit. Tapi juga jangan ngasal.

4. Upload Tema yang Punya Umur Panjang

Ada tema yang cuma ramai sebentar. Misalnya event tertentu. Setelah lewat, pencariannya langsung turun. Tapi ada juga tema yang hampir selalu dicari sepanjang tahun.

Contohnya:

  • Bisnis
  • Makanan
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Teknologi
  • Background
  • Lifestyle

Karya seperti ini biasanya punya peluang menghasilkan download dalam jangka waktu yang lebih lama.

5. Terus Tambah Portofolio

Ini yang menurut saya paling penting. Jangan berharap satu foto bisa mengubah hidup. Microstock itu permainan jangka panjang. Semakin banyak karya berkualitas yang kalian punya, semakin besar peluang mendapatkan download.

Bayangin aja kalian punya 20 foto. Terus dibandingkan dengan orang yang punya 2.000 foto. Peluangnya jelas berbeda. Makanya jangan berhenti cuma karena beberapa karya pertama belum laku.

6. Sabar, Karena Microstock Bukan Sprint

Kadang ada foto yang langsung laku minggu pertama. Kadang ada yang baru menghasilkan download setelah berbulan-bulan. Bahkan ada juga yang baru mulai ramai setelah bertahun-tahun. Itu hal yang normal.

Jadi jangan buru-buru menganggap karya kalian gagal. Biarkan waktu yang bekerja. Sambil nunggu, terus buat karya baru.

Jangan Terlalu Terobsesi Sama Download Pertama

Saya sering lihat contributor baru yang setiap lima menit buka dashboard. Nungguin download pertama. Padahal baru upload kemarin sore. Santai aja, kawan-kawan. Microstock bukan balapan siapa yang paling cepat dapat download.

Yang penting adalah terus membangun portofolio. Karena suatu saat nanti, penghasilan kalian bukan berasal dari satu foto. Tapi dari ratusan, bahkan ribuan karya yang bekerja untuk kalian.



Share:

0 comments:

Posting Komentar