Hei kawan-kawan, kembali lagi di Microstock Indonesia, tempat belajar mencari uang secara online.
Kalo kalian sering melihat karya-karya yang laris di Shutterstock atau website microstock lainnya, pasti pernah nemuin foto produk, buah, sayuran, alat kerja, atau berbagai benda yang difoto dengan background putih polos.
Terus muncul pertanyaan, "Emang foto background putih lebih laku ya?"
Jawaban singkatnya... Bisa jadi iya. Tapi bukan karena background putihnya. Yang membuat foto seperti ini lebih menarik adalah karena lebih fleksibel digunakan oleh pembeli.
Kenapa Background Putih Banyak Dicari?
Coba bayangin kalian seorang desainer grafis. Lagi bikin brosur supermarket. Atau lagi bikin katalog produk. Atau mungkin lagi bikin banner promo. Kalian pasti lebih senang menggunakan foto yang background-nya putih bersih daripada foto yang background-nya ramai.
Kenapa? Karena lebih gampang dipotong, dipadukan dengan desain lain, dan terlihat lebih profesional. Makanya, banyak pembeli memang mencari foto dengan background putih.
Cocok Buat Banyak Kebutuhan
Foto background putih sering dipake buat:
- Katalog produk
- Marketplace
- Brosur
- Poster
- Iklan
- Website
- Presentasi
- Kemasan produk
Karena penggunaannya luas, peluang didownload juga bisa lebih besar. Tapi tentu aja, semua itu tergantung kualitas foto dan apakah memang ada yang membutuhkan objek tersebut.
Objek Sederhana Pun Bisa Laku
Salah satu hal menarik di dunia microstock adalah... Objek yang kelihatannya sederhana justru sering dicari. Misalnya:
- Apel
- Pisang
- Obeng
- Gunting
- Lampu
- Botol minum
- Gelas
- Pensil
Mungkin di kehidupan sehari-hari benda-benda ini terlihat biasa aja. Tapi buat seorang desainer, benda-benda tersebut bisa sangat berguna. Makanya jangan heran kalo foto sebuah sendok dengan background putih bisa lebih sering didownload dibanding foto pemandangan yang sangat indah.
Sisakan Ruang untuk Editing
Selain background putih, usahakan objek yang difoto juga punya pencahayaan yang bagus dan bayangan yang natural. Kalo memungkinkan, sisakan sedikit ruang kosong di sekitar objek.
Ini memudahkan pembeli kalo mereka ingin memotong gambar atau menyesuaikannya dengan desain mereka. Semakin mudah karya kalian digunakan, biasanya semakin menarik bagi pembeli.
Tapi Bukan Berarti Semua Harus Background Putih
Nah, jangan salah paham juga. Bukan berarti semua foto harus background putih. Banyak foto lifestyle, bisnis, keluarga, makanan, traveling, atau olahraga yang justru lebih menarik dengan background alami.
Jadi sesuaikan aja dengan jenis foto yang kalian buat. Background putih hanyalah salah satu gaya fotografi yang memang punya pasar cukup besar di dunia microstock.
Kualitas Tetap Nomor Satu
Walaupun background putih punya banyak kelebihan, kualitas foto tetap menjadi hal yang paling penting. Pastikan pencahayaan merata. Objek terlihat tajam. Background benar-benar bersih. Dan jangan sampai ada noda, debu, atau bayangan yang mengganggu. Foto background putih yang asal-asalan juga belum tentu laku.


0 comments:
Posting Komentar