Belajar mencari uang secara online

Cari artikel disini ...

Tampilkan postingan dengan label berburu dollar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label berburu dollar. Tampilkan semua postingan

Berburu dollar di MiriCanvas. Perkenalan

Hei kawan-kawan, kembali lagi di Microstock Indonesia, tempat belajar mencari uang secara online.

Kalo selama ini kita lebih sering ngomongin Shutterstock, Adobe Stock, TeePublic, Redbubble, Creative Fabrica, dan platform online lainnya, kali ini kita bahas platform yang mungkin masih belum terlalu familiar buat sebagian kawan-kawan. Namanya MiriCanvas.

Buat yang baru pertama kali dengar, mungkin langsung bertanya:

"MiriCanvas itu apaan? Bukannya ada Canva?"

Nah, justru itu yang menarik. MiriCanvas memang punya konsep yang cukup mirip dengan Canva. Kita bisa membuat berbagai macam desain secara online dengan bantuan template dan elemen yang sudah tersedia.

Tapi ternyata MiriCanvas juga punya program contributor yang memungkinkan kita mengirimkan karya dan mendapatkan royalty dari penggunaan karya tersebut. Jadi, selain bisa dipake buat desain, MiriCanvas juga bisa menjadi salah satu tempat buat kawan-kawan yang ingin berburu cuan dari karya digital. Yuk kita kenalan lebih jauh.

Apa itu MiriCanvas?

Secara sederhana, MiriCanvas adalah platform desain online yang memungkinkan penggunanya membuat berbagai macam desain tanpa harus menjadi desainer profesional. Konsepnya kurang lebih seperti Canva. Kita bisa memilih template, memasukkan teks, mengganti warna, menambahkan foto, ilustrasi, elemen grafis, dan kemudian menghasilkan desain sesuai kebutuhan.

MiriCanvas menyediakan berbagai jenis template, mulai dari presentasi, poster, kartu nama, konten media sosial, banner, brosur, thumbnail, sampai berbagai kebutuhan desain lainnya. Jadi kalo kalian pernah pake Canva, kemungkinan besar nggak akan terlalu asing saat mencoba MiriCanvas. Interface dan cara berpikirnya memang sama-sama mengarah ke konsep: pilih → edit → desain → download.

Bedanya, MiriCanvas berasal dari Korea Selatan dan dioperasikan oleh perusahaan MIRI D.I.H Co., Ltd. yang berkantor di Seoul. MiriCanvas sendiri bukan sekadar aplikasi desain Korea yang cuma dipake orang Korea. Platform ini sudah dikembangkan untuk pengguna global dan mempunyai versi dalam beberapa bahasa.

MiriCanvas itu saudaranya Canva?

Bukan. MiriCanvas dan Canva adalah dua perusahaan/platform yang berbeda. Cuma memang konsep produknya mirip.

Canva sendiri diluncurkan pada 2013 dan berasal dari Australia. Canva sekarang merupakan platform komunikasi visual global yang digunakan untuk membuat berbagai macam desain, dokumen, presentasi, video, website, dan masih banyak lagi. Sedangkan MiriCanvas dikembangkan oleh perusahaan Korea Selatan, yaitu MIRI D.I.H.

Jadi gampangnya:

  • Canva = Australia
  • MiriCanvas = Korea Selatan

Sama-sama platform desain online, tapi bukan perusahaan yang sama.



Kenapa MiriCanvas menarik buat microstocker?

Nah, ini bagian yang mungkin lebih menarik buat kawan-kawan Microstock Indonesia. MiriCanvas punya program bernama DesignHub. Di sinilah kita bisa menjadi contributor. Konsepnya kurang lebih mirip dengan microstock:

Kita punya karya → Upload → Karya digunakan pengguna → Dapat Royalty

MiriCanvas sendiri menyebut contributor bisa mengirimkan berbagai jenis konten dan mengecek penggunaan serta earning dari konten tersebut. Jadi kalo selama ini kita terbiasa dengan konsep upload → download → dapat royalty di Shutterstock atau platform stock lainnya, di MiriCanvas juga ada konsep serupa. Bedanya, konten kita digunakan di dalam ekosistem desain MiriCanvas.

Apa saja yang bisa dijual di MiriCanvas?

Nah, ini juga cukup menarik. MiriCanvas nggak cuma membutuhkan foto. Menurut informasi resmi DesignHub, contributor bisa mengirim berbagai macam konten seperti:

  • Foto
  • Ilustrasi
  • Drawing & Vector graphic
  • 3D graphic
  • GIF animation
  • Video footage & Movie clip
  • Sound clip dan jenis konten lainnya

Artinya, kalo kalian seorang illustrator, fotografer, vector artist, animator, videographer, atau bahkan pembuat audio, ada kemungkinan karya kalian bisa dimanfaatkan di dalam ekosistem MiriCanvas. Ini yang membuat MiriCanvas cukup menarik untuk dilirik oleh orang-orang yang sudah terbiasa membuat konten digital.

Bukan cuma elemen, template juga bisa menghasilkan uang

Nah, ini yang membedakan pembahasannya dari microstock biasa. Di DesignHub ada beberapa kategori konten:

  • Element: Berupa foto, ilustrasi, vector, GIF, video, audio, dan berbagai aset lainnya.
  • Template: Desain yang dibuat dari kombinasi berbagai elemen dan teks sehingga bisa diedit kembali oleh pengguna (misalnya template Instagram post).

Pengguna MiriCanvas kemudian bisa mengambil template tersebut dan mengganti teks, foto, warna, atau elemen lainnya sesuai kebutuhan. Jadi bukan cuma file mentah seperti foto atau vector yang bisa punya nilai. Template yang kalian buat juga bisa menghasilkan royalty ketika digunakan.

Ada juga Shop Product

MiriCanvas DesignHub juga mempunyai kategori bernama Shop Product. Kategori ini berkaitan dengan produk yang dijual melalui Content Shop. Jadi ekosistemnya bukan hanya elemen → template, tetapi bisa berkembang sampai desain → produk → penjualan.

Tapi untuk bagian Shop Product, ada persyaratan dan permission tertentu dari MiriCanvas. Jadi jangan menganggap semua contributor otomatis bisa langsung jualan produk fisik di sana.

Terus, gimana cara kita dapat uangnya?

Nah, ini bagian yang paling ditunggu. 😁

Sistem earning MiriCanvas menggunakan royalty. Untuk Premium Content, earning bisa berasal dari penggunaan atau pembelian konten tergantung jenis lisensinya. MiriCanvas menjelaskan bahwa ada beberapa mekanisme settlement, termasuk Single License dan Subscription License.

Untuk template misalnya, ada potensi mendapatkan revenue dari template itu sendiri dan juga dari elemen yang digunakan di dalam template tersebut. Artinya, satu karya bisa mempunyai beberapa jalur penggunaan di dalam platform.

Tapi tentu saja jangan langsung berpikir: "Upload 100 desain = pasti dapat sekian dollar." Nggak seperti itu. Jumlah penghasilan sangat bergantung pada bagaimana konten digunakan, jenis lisensinya, dan sistem perhitungan royalty yang berlaku.

MiriCanvas bisa jadi penghasilan dollar?

Bisa menghasilkan royalty, tapi jangan langsung menganggap pasti dollar besar. Ini perlu diluruskan. MiriCanvas memang punya sistem royalty untuk contributor. Bahkan halaman contributor mereka secara khusus menawarkan kesempatan untuk mendapatkan royalty dari konten yang digunakan pengguna.

Tapi besar kecilnya penghasilan tetap bergantung pada performa konten. Sama seperti microstock lainnya:

  • Ada karya yang sering digunakan.
  • Ada karya yang jarang digunakan.
  • Ada karya yang mungkin sama sekali nggak mendapatkan penggunaan.

Jadi konsepnya tetap: banyak konten + konten yang dibutuhkan + konsisten = peluang earning lebih besar.

Yang menarik, MiriCanvas nggak mewajibkan portfolio besar

Ini salah satu hal yang menurut saya menarik buat pemula. MiriCanvas menyebut contributor bisa mendaftar ke DesignHub tanpa harus mempunyai portfolio terlebih dahulu. Jadi buat kawan-kawan yang selama ini merasa portfolio-nya masih sedikit, bukan berarti otomatis nggak punya kesempatan. Tentu saja karya yang kita kirim tetap harus memenuhi persyaratan dan lolos proses seleksi. Tapi dari sisi barrier to entry untuk mulai, MiriCanvas cukup ramah pemula.

Bisa upload karya yang sama seperti di Shutterstock?

Nah, ini juga menarik buat microstocker. MiriCanvas menyatakan bahwa program contributor mereka non-exclusive. Artinya, karya yang kita submit ke MiriCanvas pada dasarnya tetap menjadi milik contributor dan kita bisa mengirimkannya ke platform lain juga, selama nggak terikat kontrak eksklusif dengan platform tersebut.

Ini tentu menjadi kabar menarik. Daripada satu karya cuma nongkrong di satu platform, kenapa nggak dimanfaatkan di beberapa tempat? Tapi tetap hati-hati: selalu cek aturan masing-masing platform agar tidak melanggar lisensi eksklusif.

Tapi jangan salah: MiriCanvas bukan tempat menjual desain yang dibuat menggunakan MiriCanvas

Nah, ini penting banget. Ada perbedaan antara menjadi contributor MiriCanvas dan menggunakan MiriCanvas untuk membuat desain lalu menjual desain tersebut ke luar. MiriCanvas sendiri menjelaskan bahwa desain yang dibuat menggunakan konten MiriCanvas nggak boleh begitu saja di-upload atau dijual sebagai stock content atau di creator marketplace lain.

MiriCanvas vs Canva, apa bedanya?

Secara fungsi dasar, keduanya memang mirip. Berikut perbandingan singkat keduanya:

Fitur / Fitur Utama MiriCanvas Canva
Tipe Platform Platform desain online Platform desain online
Sistem Desain Berbasis template & Library elemen Berbasis template & Library elemen
Output Fitur Presentasi, Sosmed, Banner, dll. Presentasi, Sosmed, Video, Web, dll.
Program Monetisasi Contributor (DesignHub) Canva Creators
Sistem Earning Royalty penggunaan konten Royalty penggunaan template/elemen

1. Ekosistem Canva Jauh Lebih Besar
Canva saat ini menyebut memiliki lebih dari 220 juta pengguna aktif bulanan di 190 negara. MiriCanvas juga punya basis pengguna yang besar (dipromosikan ke lebih dari 10 juta pengguna). Keduanya punya pasar, tapi skala dan karakter penggunanya berbeda.

2. Sistem Contributor Berbeda
Canva mempunyai beberapa jalur creator (seperti Template Creator dan Element Creator). Sedangkan MiriCanvas melalui DesignHub lebih terbuka untuk mengirim berbagai jenis konten seperti foto, ilustrasi, vector, GIF, video, hingga audio. Buat microstocker, MiriCanvas bisa terasa lebih familiar karena pendekatannya cukup dekat dengan sistem content contributor.

Jadi, apakah MiriCanvas layak dicoba?

Menurut saya: LAYAK DICOBA. Terutama buat kawan-kawan yang memang sudah punya banyak aset digital (misal 500 vector, 300 ilustrasi, atau 1.000 foto). Daripada semua file tersebut cuma disimpan di hard disk, kita bisa mulai membangun apa yang saya sebut sebagai "peternakan aset digital." 😂

Satu karya dibuat sekali, lalu selama aturan memperbolehkan, karya tersebut bisa dimanfaatkan di beberapa marketplace berbeda (Shutterstock, Adobe Stock, MiriCanvas, dll).

Tapi jangan berharap langsung kaya

Jangan karena membaca judul berburu dollar, lalu berpikir upload 100 desain langsung dapat $100. Belum tentu. Bisa jadi bulan pertama cuma dapat sedikit atau ada karya yang sama sekali tidak ada yang download. Kita perlu mencoba dan melihat datanya. Inilah menariknya dunia microstock—kita bukan cuma membuat karya, tapi juga belajar membaca pasar.

Buat kawan-kawan yang sudah biasa di microstock, MiriCanvas bisa jadi lahan eksperimen baru yang sangat menarik untuk dicoba!



Share: