Hei kawan-kawan, kembali lagi di Microstock Indonesia, tempat belajar mencari uang secara online.
Banyak contributor pemula yang fokusnya cuma satu. "Yang penting fotonya bagus." Padahal, di dunia microstock, foto atau desain yang bagus aja belum tentu cukup.
Masih ada satu hal yang sering dianggap sepele, tapi justru punya pengaruh besar terhadap peluang karya kalian didownload. Yaitu...
Deskripsi dan kata kunci (keyword).
Kenapa Deskripsi dan Keyword Itu Penting?
Coba bayangin gini: Kalian punya toko di tengah hutan. Tokonya bagus. Produknya juga keren. Tapi nggak ada papan nama, nggak ada alamat, dan nggak ada petunjuk jalan.
Menurut kalian, ada nggak orang yang bakal nemuin toko itu? Kemungkinannya kecil. Nah, karya di Shutterstock dan hampir semua website microstock, juga mirip seperti itu. Kalo kalian upload foto atau desain tanpa deskripsi dan keyword yang tepat, pembeli bakal kesulitan menemukan karya kalian.
Pembeli Nggak Nyari Nama Kalian
Hal yang perlu dipahami adalah, pembeli di Shutterstock biasanya nggak mencari nama contributor. Mereka mencari berdasarkan kebutuhan.
Misalnya mereka mengetik:
- business meeting
- happy family
- tropical beach
- coffee cup
- blue background
Nah, Shutterstock akan menampilkan karya-karya yang dianggap paling relevan dengan kata yang dicari. Di sinilah deskripsi dan keyword bekerja. Mereka membantu Shutterstock memahami isi karya kita, sehingga bisa ditampilkan kepada pembeli yang tepat.
Foto Bagus Tapi Keyword Jelek
Misalnya kalian punya foto secangkir kopi. Fotonya bagus. Pencahayaannya keren. Komposisinya juga mantap.
Tapi keyword yang kalian isi cuma:
- coffee
- drink
- cup
Padahal sebenarnya kalian juga bisa menambahkan keyword yang masih relevan seperti:
- hot coffee
- black coffee
- morning coffee
- cafe
- coffee mug
- caffeine
- breakfast
- wooden table
- aroma
- beverage
Selama memang sesuai dengan isi foto. Dengan metadata yang lebih lengkap dan relevan, peluang karya kalian ditemukan pembeli juga jadi lebih besar.
Tapi Jangan Asal Nambah Keyword
Nah, ini juga sering terjadi. Karena pengen muncul di banyak pencarian, ada yang masukin keyword yang sebenarnya nggak ada hubungannya sama sekali.
Misalnya upload foto kucing. Eh, keywordnya ditambah:
- dog
- rabbit
- tiger
- lion
Padahal jelas-jelas nggak ada di foto. Cara seperti ini justru nggak bagus. Keyword itu bukan buat "menipu" mesin pencarian. Keyword itu tugasnya membantu pembeli menemukan karya yang memang mereka cari. Jadi, usahakan semua keyword yang kalian masukkan benar-benar sesuai dengan isi karya.
Deskripsi Juga Jangan Asal
Selain keyword, deskripsi juga penting. Deskripsi yang jelas membantu menjelaskan isi karya secara singkat. Nggak perlu panjang-panjang. Yang penting menggambarkan isi gambar dengan akurat.
Misalnya jangan cuma menulis:
"Beautiful photo."
Mending tulis sesuatu yang lebih spesifik seperti:
"Young woman working on a laptop in a modern office."
Dengan begitu, informasi tentang karya kalian jadi lebih jelas.
AI Boleh Membantu
Sekarang sudah banyak AI yang bisa membantu membuat judul, deskripsi, dan keyword. Menurut saya, itu nggak masalah. Justru bisa menghemat banyak waktu. Tapi jangan langsung copy paste hasil AI.
Selalu baca lagi. Kadang AI masih suka memberikan keyword yang kurang relevan atau bahkan salah. Jadi tetap lakukan pengecekan sebelum upload.
Anggap Metadata Sebagai Papan Nama
Saya suka mengibaratkan metadata sebagai papan nama sebuah toko. Karya kalian adalah tokonya. Sedangkan judul, deskripsi, dan keyword adalah papan nama sekaligus petunjuk jalan menuju toko tersebut.
Semakin jelas petunjuknya, semakin mudah orang menemukan toko kalian. Begitu juga di Shutterstock. Metadata yang baik membantu karya kalian lebih mudah ditemukan oleh calon pembeli.


0 comments:
Posting Komentar