Hei kawan-kawan, kembali lagi di Microstock Indonesia, tempat belajar mencari uang secara online.
Kalo kalian sering buka Shutterstock, Adobe Stock, Freepik, atau marketplace stock lainnya, mungkin kalian pernah sadar satu hal. Kok banyak banget sih microstocker yang upload abstrak background?
Ada yang berupa gradasi warna, tekstur, garis-garis, bentuk geometris, cahaya warna-warni, efek blur, gelombang, pola abstrak, sampai background yang secara sekilas kayak... "Ini sebenarnya gambar apa?" 😂 Tapi ternyata, jenis gambar seperti ini bukan berarti nggak berguna.
Justru abstract background punya pasar yang cukup luas karena pengguna stock nggak selalu mencari gambar yang punya objek utama. Banyak orang justru membutuhkan gambar yang bisa dijadikan background untuk berbagai macam kebutuhan. Nah, kenapa microstocker banyak yang hobi bikin dan upload gambar abstrak seperti ini?
1. Bikinnya relatif lebih gampang
Salah satu alasan paling sederhana adalah karena abstract background bisa dibuat tanpa harus punya objek atau lokasi tertentu. Kalo mau bikin foto pemandangan, misalnya, kita harus keluar rumah, cari lokasi, nunggu cuaca bagus, mikirin cahaya, komposisi, dan sebagainya. Belum lagi kalo ternyata pas sampai lokasi hujan. 😅
Sedangkan abstract background bisa dibuat dengan berbagai macam teknik. Bisa dari permainan warna, cahaya, bayangan, tekstur, cairan, kertas, objek sederhana, fotografi makro, atau bahkan hasil eksperimen desain. Jadi buat microstocker yang ingin rutin upload, abstract background bisa menjadi salah satu jenis konten yang cukup praktis. Nggak perlu selalu bepergian jauh cuma buat mencari bahan foto.
2. Satu konsep bisa dibuat menjadi banyak variasi
Ini salah satu hal yang menarik. Misalnya kita punya satu ide: "blue gradient abstract background". Dari satu konsep tersebut, kita bisa membuat banyak variasi.
- Bisa beda warna.
- Bisa beda arah gradasi.
- Bisa beda bentuk.
- Bisa ditambah tekstur.
- Bisa dibuat lebih terang atau lebih gelap.
- Bisa dibuat horizontal maupun vertikal.
- Bisa dibuat dengan ruang kosong di bagian tertentu.
Hasil akhirnya tetap punya karakter yang sama, tapi masing-masing bisa menjadi aset yang berbeda. Makanya jangan heran kalo kalian melihat satu contributor punya banyak sekali abstract background dengan warna dan komposisi yang mirip. Bukan berarti dia kehabisan ide.
Memang salah satu cara kerja microstock adalah membuat variasi dari sebuah konsep yang sudah terbukti punya potensi penggunaan.
Tapi tentu saja tetap harus hati-hati. Jangan sampai hanya mengubah warna sedikit lalu meng-upload puluhan file yang terlalu mirip. Platform stock tetap punya aturan mengenai konten yang terlalu serupa.
3. Background punya banyak kegunaan
Nah, ini mungkin alasan yang paling penting. Coba bayangkan seorang desainer sedang membuat poster. Dia sudah punya tulisan dan elemen desainnya, tapi membutuhkan background yang bagus.
Atau seseorang sedang membuat:
- poster event
- banner website
- presentasi
- iklan
- cover
- social media post
- thumbnail
- flyer
- packaging
- wallpaper
- materi promosi
Mereka belum tentu membutuhkan foto orang, rumah, mobil, atau pemandangan. Kadang yang mereka butuhkan cuma background yang menarik. Di sinilah abstract background bisa berguna. Misalnya background dengan bagian tengah yang cukup kosong bisa digunakan untuk menaruh headline.
Background dengan gradasi lembut bisa digunakan sebagai dasar desain website. Tekstur tertentu bisa digunakan untuk memberikan kesan vintage atau natural. Sedangkan background dengan warna yang kuat bisa digunakan untuk desain yang lebih energik. Jadi walaupun gambarnya terlihat sederhana, kemungkinan penggunaannya bisa cukup luas.
4. Nggak harus punya cerita yang spesifik
Kalo kita upload foto orang sedang bekerja, kita harus memikirkan konteksnya. Misalnya: "Businessman working on laptop in office." Foto seperti ini mempunyai cerita yang cukup spesifik.
Tapi abstract background nggak perlu punya cerita serumit itu. Dia memang cuma menjadi background. Justru sifatnya yang nggak terlalu spesifik membuatnya bisa digunakan oleh banyak jenis pengguna. Hari ini mungkin dipake untuk poster musik. Besok bisa dipake untuk presentasi perusahaan. Lusa bisa dipake untuk banner website. Penggunanya bisa berbeda-beda, tapi asetnya tetap bisa digunakan. Ini salah satu alasan kenapa konten background menarik untuk dibuat.
5. Bisa dibuat berdasarkan kebutuhan warna atau tema
Microstocker juga bisa mengeksplorasi tema tertentu. Misalnya:
- Blue abstract background
- Green abstract background
- Purple gradient background
- Gold luxury background
- Dark technology background
- Pastel abstract background
- Minimal white background
- dan masih banyak lagi...
Warna sendiri sering mempunyai hubungan dengan kebutuhan desain tertentu. Misalnya warna biru sering digunakan dalam desain yang berhubungan dengan teknologi, bisnis, atau perusahaan. Hijau bisa cocok untuk tema lingkungan, kesehatan, atau alam. Warna emas dan hitam bisa digunakan untuk memberikan kesan premium atau elegan.
Tentu saja bukan berarti setiap warna hanya boleh digunakan untuk tema tertentu. Desainer bisa menggunakan warna apa saja sesuai kebutuhan. Intinya, semakin banyak variasi visual yang tersedia, semakin banyak juga kemungkinan penggunaannya.
6. Nggak selalu membutuhkan model atau property release
Kalo kalian sering membuat stock photography, pasti sudah familiar dengan istilah model release dan property release. Foto manusia tertentu bisa membutuhkan model release. Objek atau properti tertentu juga bisa mempunyai pertimbangan legal dan komersial.
Nah, abstract background biasanya nggak berhubungan dengan masalah seperti itu karena memang nggak menampilkan manusia atau properti spesifik sebagai subjek utama. Ini membuat proses produksinya terasa lebih sederhana.
Tapi tentu bukan berarti semua abstract background otomatis bebas dari semua persoalan copyright atau trademark. Kita tetap harus memastikan bahwa karya yang di-upload memang merupakan karya kita sendiri dan tidak mengambil elemen milik orang lain sembarangan.
7. Bisa menjadi konten evergreen
Salah satu hal yang disukai microstocker adalah konten yang nggak terlalu bergantung pada tren tertentu. Misalnya foto dengan tema: "2026 business trend"
Mungkin relevan sekarang. Tapi beberapa tahun lagi, konteksnya bisa berubah. Sedangkan background abstrak seperti gradasi, tekstur, pola, atau permainan warna bisa tetap digunakan dalam jangka waktu yang lebih panjang.
- Desainer akan selalu membutuhkan background.
- Poster akan selalu membutuhkan background.
- Presentasi akan selalu membutuhkan background.
- Website juga membutuhkan background.
Jadi jenis konten seperti ini punya sifat yang cukup evergreen. Bukan berarti pasti laku terus, ya. Tetap nggak ada jaminan sebuah file akan menghasilkan download. Tapi secara konsep, kebutuhan terhadap background memang nggak hilang hanya karena tren berubah.
8. Cocok untuk microstocker yang suka eksperimen
Ada juga microstocker yang memang suka membuat karya abstrak. Mereka mungkin nggak terlalu tertarik memotret model atau street photography. Mereka lebih suka bermain dengan: warna, tekstur, cahaya, bentuk, komposisi, blur, refleksi, dan berbagai macam efek visual. Buat mereka, membuat abstract background bisa terasa seperti bermain. Dan ini sebenarnya bagus. Karena dalam microstock, menurut saya kita nggak harus memaksakan diri membuat semua jenis konten.
Kalo kalian memang suka membuat sesuatu, biasanya proses produksinya juga terasa lebih ringan. Daripada memaksakan diri membuat foto yang nggak kita sukai cuma karena katanya laku.
9. Bisa menjadi latihan memahami pasar
Abstract background juga bisa digunakan untuk belajar membaca pasar. Misalnya kalian upload beberapa jenis background. Ada background warna biru yang mendapatkan banyak download. Ada warna merah yang biasa saja. Ada tekstur tertentu yang ternyata lebih sering didownload.
Dari situ kalian bisa mulai melihat pola. Bukan berarti langsung menyimpulkan:
"Oh, background biru pasti laku."
Nggak sesederhana itu. Tapi data dari portfolio sendiri bisa memberikan gambaran mengenai jenis visual seperti apa yang ternyata lebih menarik bagi pembeli. Dan menurut saya, ini jauh lebih berguna daripada cuma menebak-nebak.
Tapi... apakah upload abstrak background berarti gampang dapat uang?
Belum tentu. Ini bagian yang penting. Jangan sampai setelah membaca artikel ini kalian langsung berpikir:
"Berarti tinggal bikin 1.000 abstract background, upload semuanya, terus passive income."
Sayangnya nggak sesederhana itu. 😂 Persaingan di kategori background juga sangat tinggi. Karena relatif mudah dibuat, jumlah kontennya juga sangat banyak. Artinya, kita bukan cuma bersaing dari segi kualitas. Kita juga bersaing dari segi:
keunikan, kebutuhan pasar, warna, komposisi, kualitas teknis, metadata, dan tentunya jumlah konten yang kita punya.
Background yang terlihat biasa saja bisa saja nggak mendapatkan download sama sekali. Sebaliknya, background yang sederhana tapi memang dibutuhkan desainer bisa mendapatkan download berkali-kali. Jadi jangan cuma berpikir:
"Yang penting abstrak."
Tapi coba berpikir:
"Abstrak seperti apa yang kira-kira benar-benar berguna?"
Jangan cuma bikin yang bagus, bikin yang bisa dipake
Ini menurut saya adalah mindset yang cukup penting dalam microstock. Sebagai seniman atau desainer, kita mungkin melihat karya dari sisi estetika.
"Keren nggak?"
"Bagus nggak?"
"Warnanya menarik nggak?"
Tapi pembeli stock melihatnya dari sisi yang berbeda.
"Bisa gue pake nggak?"
Misalnya kalian membuat background yang sangat ramai. Secara visual mungkin keren banget. Tapi kalo semua bagian penuh dengan detail, desainer mungkin kesulitan menaruh tulisan di atasnya. Sebaliknya, background yang kelihatannya sederhana bisa jadi lebih berguna karena menyediakan ruang kosong untuk teks. Jadi dalam microstock, fungsi juga penting.
Coba perhatikan saat membuat abstract background
Kalo kalian tertarik masuk ke kategori ini, jangan cuma asal bikin. Coba pikirkan beberapa hal.
- Apakah ada ruang untuk teks?
Background dengan copy space bisa lebih fleksibel untuk kebutuhan desain.
- Apakah warnanya terlalu menyakitkan mata?
Warna yang kuat memang menarik, tapi nggak semua kebutuhan desain membutuhkan warna yang terlalu agresif.
- Apakah komposisinya terlalu ramai?
Kadang background yang sederhana justru lebih gampang digunakan.
- Apakah file benar-benar berbeda?
Jangan hanya membuat banyak file yang sebenarnya hampir identik.
- Apakah metadata-nya sesuai?
Judul dan keyword harus menggambarkan isi karya dengan benar supaya calon pembeli punya peluang lebih besar menemukan file tersebut.



0 comments:
Posting Komentar