Belajar mencari uang secara online

Cari artikel disini ...

Kenapa Nominal Minimal Per Download di Adobe Stock Lebih Besar daripada Shutterstock?



Hei kawan-kawan, kembali lagi di Microstock Indonesia, tempat belajar mencari uang secara online.

Kalo kawan-kawan sudah mencoba menjadi contributor di beberapa website microstock, mungkin pernah menemukan sesuatu yang cukup menarik. Misalnya kita mendapatkan satu download di Shutterstock, lalu yang masuk cuma: $0,10

Tapi di Adobe Stock, untuk jenis download tertentu, kita bisa mendapatkan nominal yang lebih besar. Terus muncul pertanyaan:

"Kenapa sih nominal minimal per download di Adobe Stock bisa lebih besar daripada Shutterstock?"

Nah, ternyata jawabannya bukan karena Adobe Stock sekadar "lebih royal". Ada perbedaan dalam sistem royalty dan cara masing-masing platform menghitung pembayaran contributor. Yuk kita bahas dengan cara yang gampang.

Shutterstock Bisa Memberikan $0,10 per Download

Di Shutterstock, contributor mendapatkan persentase dari harga yang dibayarkan customer untuk lisensi karya.

Saat ini Shutterstock memiliki 6 level penghasilan untuk gambar dan video, dengan persentase mulai dari 15% sampai 40%. Semakin tinggi level contributor, semakin besar persentase yang bisa didapatkan dari lisensi tertentu.

Tapi ada satu hal yang sering bikin contributor bingung. Walaupun sudah naik level, kita masih bisa mendapatkan $0,10 dari sebuah download.

Kenapa? Karena Shutterstock memang memiliki minimum earnings sebesar $0,10 per download. Kalo hasil perhitungan persentase royalty kita menghasilkan angka di bawah $0,10, pembayaran tersebut akan dibulatkan ke minimum $0,10.

Misalnya secara perhitungan bagian kita cuma menghasilkan $0,06. Shutterstock tetap memberikan: $0,10

Jadi angka $0,10 ini bukan berarti semua download di Shutterstock selalu bernilai $0,10. Ada juga download yang nilainya lebih besar, tergantung jenis lisensi, paket yang digunakan customer, dan level contributor kita.


Lalu Bagaimana dengan Adobe Stock?

Nah, Adobe Stock punya sistem yang sedikit berbeda. Untuk foto, vector, dan ilustrasi, Adobe Stock menetapkan royalty standar sebesar 33%. Sedangkan untuk video adalah 35%.

Yang menarik adalah Adobe Stock juga memiliki minimum royalty tertentu untuk standard content yang dilisensikan melalui Adobe Stock Large Subscription, yaitu paket yang menyediakan 350 atau lebih standard assets per bulan.

Untuk contributor dengan jumlah lifetime licenses tertentu, minimum royalty-nya saat ini adalah:

  • 0–999 lifetime licenses → $0,33
  • 1.000–9.999 → $0,36
  • 10.000 ke atas → $0,38

Ini berlaku untuk standard photos, vectors, dan illustrations dalam Large Subscription dan bukan berarti setiap jenis penjualan Adobe Stock selalu membayar minimal sebesar angka tersebut. Nah, dari sinilah kita bisa melihat kenapa kawan-kawan mungkin merasa:

"Kok Adobe Stock sekali download nominalnya lebih gede?"

Karena struktur minimum royalty yang diterapkan memang berbeda.


Jadi Adobe Stock Selalu Membayar Lebih Besar?

Nggak juga. Ini yang harus diluruskan. Jangan sampai setelah membaca artikel ini kita berpikir:

Adobe Stock = selalu dapat $0,33 dan Shutterstock = selalu dapat $0,10

Nggak sesederhana itu. Kedua platform memiliki berbagai macam paket, jenis lisensi, dan skema pembayaran. Di Adobe Stock sendiri, royalty dihitung berdasarkan net price per licensed asset, dan ada berbagai jenis plan serta perjanjian lisensi.

Begitu juga Shutterstock. Jumlah yang kita dapatkan dari satu download bisa berbeda-beda tergantung paket atau jenis lisensi yang digunakan customer.

Jadi angka $0,10 di Shutterstock dan $0,33 di Adobe Stock sebaiknya dipahami sebagai contoh minimum dalam kondisi tertentu, bukan patokan bahwa setiap download pasti akan mendapatkan nominal tersebut.


Kenapa Sistemnya Bisa Berbeda?

Karena Adobe Stock dan Shutterstock adalah dua perusahaan berbeda. Mereka punya:

  • Harga paket customer yang berbeda
  • Sistem royalty yang berbeda
  • Struktur contributor yang berbeda
  • Jenis lisensi yang berbeda
  • Cara menghitung pembayaran yang berbeda

Jadi wajar kalo nominal yang diterima contributor juga nggak sama. Bayangkan ada dua toko. Toko A membagi keuntungan dengan cara tertentu. Toko B menggunakan sistem pembagian yang berbeda. Walaupun barang yang dijual sama-sama foto, cara menghitung bagian penjualnya bisa berbeda. Begitu juga dengan microstock.


Shutterstock Lebih Mengandalkan Sistem Level

Salah satu ciri sistem Shutterstock adalah adanya earnings level. Untuk gambar dan video, contributor bisa naik dari level 1 sampai level 6. Persentasenya mulai dari 15% sampai maksimal 40%.

Jadi semakin banyak karya kita yang mendapatkan lisensi, kita bisa naik ke level yang lebih tinggi. Tapi ada satu hal yang perlu diingat:

Level tinggi nggak berarti semua download otomatis bernilai tinggi.

Kita masih bisa melihat $0,10 karena Shutterstock menerapkan minimum tersebut ketika hasil perhitungan royalty berada di bawah angka itu. Makanya kadang ada contributor yang sudah berada di level lebih tinggi tapi masih melihat angka: $0,10 di dashboard-nya. Itu normal.


Adobe Stock Menggunakan Persentase 33% untuk Foto

Adobe Stock punya pendekatan yang berbeda. Untuk foto, vector, dan ilustrasi dalam standard plans, royalty standarnya adalah 33% dari net price per licensed asset.

Contohnya, Adobe memberikan ilustrasi perhitungan: Kalo sebuah paket berharga $29,99 per bulan untuk 10 lisensi foto, maka secara sederhana harga per lisensinya adalah $2,999 dan 33%-nya menghasilkan sekitar $0,99 per lisensi. Tentu saja angka sebenarnya bisa berbeda tergantung jenis paket, harga, diskon, dan aturan lisensi yang berlaku.

Jadi jangan cuma melihat angka minimum. Dalam kondisi tertentu, satu download Adobe Stock juga bisa menghasilkan lebih besar.


Berarti Mana yang Lebih Menguntungkan?

Nah, ini pertanyaan yang agak sulit dijawab. Karena jangan cuma melihat:

"Adobe Stock minimalnya $0,33."

atau:

"Shutterstock minimalnya $0,10."

Yang lebih penting adalah melihat total penghasilan dari seluruh portfolio. Misalnya:

Shutterstock:

100 download × rata-rata $0,15 = $15

Adobe Stock:

30 download × rata-rata $0,30 = $9

Walaupun Adobe Stock punya nominal per download yang lebih tinggi, Shutterstock dalam contoh ini tetap menghasilkan lebih banyak karena jumlah download-nya lebih banyak. Angka di atas cuma contoh sederhana untuk memahami konsepnya, bukan gambaran penghasilan sebenarnya.

Jadi dalam microstock:

Jumlah download × rata-rata royalty = total penghasilan

Bukan cuma melihat nominal satu download.


Jangan Cuma Mengejar Royalty Besar

Ini juga penting buat kawan-kawan yang baru mulai. Jangan sampai berpikir:

"Wah, Adobe Stock bayar lebih besar. Berarti saya fokus Adobe Stock aja."

Belum tentu. Kita harus melihat keseluruhan. Misalnya:

  • Berapa banyak karya yang bisa diterima?
  • Berapa banyak karya yang mendapatkan download?
  • Seberapa besar persaingannya?
  • Apakah niche kita banyak dicari?
  • Seberapa mudah kita membangun portfolio?

Karena bisa saja sebuah platform memberikan royalty per download lebih tinggi, tapi jumlah download kita lebih sedikit. Sebaliknya, platform lain mungkin memberikan royalty per download yang lebih kecil, tapi download-nya jauh lebih banyak.


Justru Kenapa Banyak Contributor Upload di Beberapa Platform?

Nah, ini salah satu alasan kenapa banyak contributor nggak cuma mengandalkan satu website. Misalnya kita punya satu foto bagus.

Daripada hanya dijual di satu platform, kita bisa mempertimbangkan untuk menguploadnya ke beberapa platform microstock selama aturan masing-masing platform mengizinkan dan kita memenuhi persyaratannya.

Misalnya kita punya portfolio di: Shutterstock dan Adobe Stock

Satu karya yang sama bisa memiliki peluang mendapatkan download dari pembeli di platform yang berbeda. Jadi kita nggak cuma mengandalkan satu sumber.


Jangan Terlalu Terpaku pada Nominal Satu Download

Ini mungkin kesimpulan yang paling penting. Kalo hari ini kita mendapatkan:

Shutterstock → $0,10 Jangan langsung kecewa.

Begitu juga kalo mendapatkan: Adobe Stock → $0,33

Jangan langsung berpikir: "Wah, ini jauh lebih bagus."

  • Lihat dalam jangka panjang.
  • Berapa total download selama sebulan?
  • Berapa total penghasilan?
  • Berapa banyak karya yang menghasilkan?
  • Karya mana yang paling sering didownload?
  • Niche mana yang paling bagus performanya?

Nah, data-data seperti itu jauh lebih berguna untuk menentukan strategi kita.



Share:

0 comments:

Posting Komentar