Hei kawan-kawan, kembali lagi di Microstock Indonesia, tempat belajar mencari uang secara online.
Buat kawan-kawan yang sering upload foto ke Shutterstock, mungkin pernah bingung waktu mengisi bagian Description. Harus dibuat pendek? Atau justru harus panjang supaya lebih banyak kata yang masuk? Misalnya kita punya foto secangkir kopi di atas meja.
Kita bisa saja menulis:
"Coffee"
Atau:
"A cup of coffee on a wooden table"
Atau malah dibuat panjang banget:
"A cup of hot coffee placed on a wooden table in a cozy cafe with warm natural light and empty space for text"
Nah, sebenarnya seberapa panjang sih description yang sebaiknya kita buat? Jawabannya, kawan-kawan nggak perlu terobsesi membuat description sepanjang mungkin. Yang lebih penting adalah description tersebut jelas, menggambarkan isi foto, dan menggunakan kata-kata yang relevan dengan karya kita.
Jangan Menganggap Semakin Panjang Berarti Semakin Bagus
Ini salah satu kesalahpahaman yang cukup sering terjadi. Ada yang berpikir:
"Kalau description-nya panjang, berarti lebih bagus karena lebih banyak kata yang bisa ditemukan."
Belum tentu. Description bukan tempat untuk memasukkan semua kata yang kita pikir berhubungan dengan foto. Apalagi kalo description akhirnya berubah menjadi seperti daftar keyword. Misalnya kita punya foto secangkir kopi. Kemudian description dibuat seperti:
"Coffee, cup, drink, beverage, cafe, restaurant, morning, breakfast, hot, brown, table, wooden, lifestyle..."
Nah, ini bukan description yang bagus. Itu lebih mirip keyword yang dipaksa masuk ke dalam kalimat. Mending buat satu kalimat yang memang menjelaskan foto tersebut.
Description Pendek Bukan Berarti Salah
Description yang pendek sebenarnya nggak masalah selama sudah cukup menjelaskan isi foto. Misalnya kita punya foto sebuah apel merah di atas meja. Description seperti:
"Red apple on a wooden table"
sudah cukup jelas untuk menjelaskan apa yang terlihat. Kita nggak perlu memaksakan description menjadi satu paragraf panjang hanya supaya terlihat lebih lengkap. Yang penting informasi utamanya ada.
- Apa objeknya?
- Apa yang sedang dilakukan?
- Di mana konteksnya?
Dan kalo memang relevan, kita bisa menambahkan informasi lain yang membantu menjelaskan konsep foto.
Tapi Jangan Terlalu Pendek Juga
Walaupun nggak perlu panjang, bukan berarti description cukup satu kata. Misalnya:
"Apple"
Bisa saja kita memahami fotonya. Tapi informasi yang diberikan sangat sedikit. Kita nggak tahu apel tersebut seperti apa, berada di mana, atau bagaimana konteksnya. Bandingkan dengan:
"Fresh red apple placed on a wooden table"
Jauh lebih jelas, kan? Jadi menurut saya, mending cari titik tengah. Nggak terlalu pendek sampai informasinya minim. Tapi juga nggak perlu terlalu panjang sampai bertele-tele.
Description Sebaiknya Menjelaskan Isi Foto
Coba biasakan melihat foto kita kemudian bertanya:
"Kalau saya harus menjelaskan foto ini dalam satu kalimat, saya akan bilang apa?"
Misalnya foto seorang pria sedang bekerja menggunakan laptop. Kita bisa membuat:
"Young man working on a laptop at home"
Kalo ada konteks yang memang terlihat, bisa dibuat sedikit lebih lengkap:
"Young man working remotely on a laptop at home in a bright workspace"
Sudah cukup. Nggak perlu sampai membuat cerita panjang tentang siapa pria tersebut, apa pekerjaannya, atau bagaimana suasana hidupnya. Kita cukup menjelaskan apa yang memang terlihat dan relevan dengan foto.
Description Bukan Tempat untuk Mengarang Cerita
Ini juga penting. Kalo kita nggak tahu sesuatu tentang objek atau orang di dalam foto, jangan mengarang. Misalnya ada foto seorang pria sedang duduk di depan laptop. Jangan langsung menulis:
"Successful businessman working on an important project for his company."
Kita nggak tahu apakah dia memang businessman. Kita juga nggak tahu apakah proyeknya penting. Bisa saja dia cuma sedang membuka YouTube. 😂 Jadi mending tulis sesuatu yang memang bisa kita lihat:
"Man working on a laptop at a desk"
Lebih aman dan lebih akurat.
Jangan Memasukkan Keyword Secara Paksa
Nah, ini nyambung dengan pembahasan kita sebelumnya tentang keyword. Description dan keyword memang sama-sama bagian dari metadata, tapi fungsinya jangan sampai tercampur.
Description sebaiknya berupa kalimat yang menjelaskan karya. Sedangkan keyword digunakan untuk memberikan kata-kata relevan yang menggambarkan objek, konsep, dan konteks foto.
Misalnya kita punya foto orang sedang jogging.
Description:
"Woman jogging outdoors in a park on a sunny morning"
Kemudian keyword bisa berisi kata-kata relevan seperti:
woman, jogging, running, exercise, fitness, park, outdoor, healthy, lifestyle, morning
Tentunya keyword harus disesuaikan dengan apa yang benar-benar ada dalam foto.
Apakah Description yang Panjang Bisa Membantu Foto Ditemukan?
Nah, ini pertanyaan yang sering muncul. Kita memang ingin karya kita mudah ditemukan customer. Tapi jangan berpikir bahwa:
description lebih panjang = pasti lebih mudah ditemukan.
Nggak sesederhana itu. Yang lebih penting adalah informasi yang relevan. Misalnya kita punya foto laptop di atas meja.
Description:
"Laptop on a desk"
cukup jelas, tapi sangat sederhana. Kita bisa membuatnya sedikit lebih informatif:
"Laptop on a desk in a modern home workspace"
Sekarang konteksnya lebih jelas. Tapi kita nggak perlu membuat:
"Laptop on a desk in a modern home workspace for a person working remotely from home while using technology for business, communication, productivity and online activities..."
Nah, malah jadi kepanjangan. 😅
Bayangkan Customer Sedang Membaca Description
Salah satu cara paling gampang adalah membayangkan kita berada di posisi customer. Customer ingin membeli foto. Mereka melihat thumbnail foto kita. Kemudian membaca informasi yang tersedia.
Description yang baik seharusnya membuat mereka semakin memahami:
"Oh, foto ini tentang ini."
Bukan malah membuat mereka membaca kalimat panjang yang sebenarnya nggak memberikan informasi tambahan. Jadi mending jelas dan natural daripada panjang tapi bertele-tele.
Nggak Semua Foto Membutuhkan Description yang Sama Panjang
Ini juga perlu dipahami. Setiap foto punya tingkat kompleksitas yang berbeda. Foto sederhana seperti:
"Fresh red tomato on a white background"
nggak perlu description yang panjang. Tapi foto yang memiliki banyak elemen mungkin membutuhkan sedikit lebih banyak penjelasan.
Misalnya foto keluarga sedang makan malam di rumah. Kita bisa menjelaskan:
"Happy family having dinner together at home around a dining table"
Ada beberapa informasi penting yang kita masukkan:
- Family
- Dinner
- Home
- Dining table
Jadi panjang pendeknya description bisa disesuaikan dengan seberapa banyak informasi penting yang perlu dijelaskan.
Jangan Lupa Description Harus Sesuai dengan Foto
Ini mungkin terdengar sederhana, tapi penting banget. Jangan membuat description yang sebenarnya nggak sesuai dengan foto hanya karena ingin memasukkan kata tertentu.
Misalnya foto hanya menunjukkan secangkir kopi. Jangan menulis:
"Young businessman working from home while drinking coffee during a productive morning."
Kalo di fotonya cuma ada kopi di meja, ya jangan. 😅 Mending:
"Cup of coffee on a wooden table with natural morning light."
Lebih sesuai dengan apa yang benar-benar terlihat.
Jadi, Panjang atau Pendek?
Kalo ditanya:
"Judul foto Shutterstock sebaiknya panjang atau pendek?"
Sebenarnya di Shutterstock Contributor kita mengisi Description, bukan field judul terpisah. Dan untuk description, jawabannya:
Nggak harus panjang dan nggak harus pendek.
Yang penting:
- Jelas.
- Relevan.
- Natural.
- Menggambarkan isi foto.
- Nggak bertele-tele.
Jadi jangan mengejar jumlah kata. Kejar informasi yang berguna.
Contoh Description yang Kurang Bagus dan Lebih Bagus
Biar lebih gampang, kita lihat contoh sederhana.
Foto: secangkir kopi di atas meja kayu
❌ Terlalu pendek:
"Coffee"
✅ Lebih baik:
"Cup of coffee on a wooden table"
Foto: wanita bekerja menggunakan laptop
❌ Terlalu pendek:
"Woman laptop"
✅ Lebih baik:
"Woman working on a laptop at home"
Foto: buah apel merah di background putih
❌ Terlalu pendek:
"Apple"
✅ Lebih baik:
"Fresh red apple isolated on a white background"
Foto: pria jogging di taman
❌ Terlalu umum:
"Man outside"
✅ Lebih baik:
"Man jogging outdoors in a park"
Dari contoh-contoh tersebut kelihatan bahwa kita nggak perlu membuat description yang panjang banget. Cukup buat kalimat yang lebih informatif dan menggambarkan foto dengan jelas.



0 comments:
Posting Komentar