Belajar mencari uang secara online

Cari artikel disini ...

Foto HP Bisa Laku di Shutterstock Nggak?



Hei kawan-kawan, kembali lagi di Microstock Indonesia, tempat belajar mencari uang secara online.

Buat kawan-kawan yang baru mulai terjun ke dunia microstock, mungkin pernah kepikiran: "Kalau cuma punya kamera HP, bisa jual foto di Shutterstock nggak?" Atau mungkin ada yang berpikir: "Shutterstock itu isinya foto-foto kamera mahal semua. Foto dari HP kayaknya nggak bakal laku."

Nah, kalo kawan-kawan punya pemikiran seperti itu, sebenarnya nggak sepenuhnya benar. Foto yang diambil menggunakan HP tetap punya kesempatan untuk diterima dan mendapatkan download di Shutterstock. Jadi kalo sekarang kamera utama kawan-kawan masih HP, nggak perlu langsung merasa minder. 😄

Yang lebih penting bukan cuma kamera apa yang kita pake, tapi bagaimana hasil fotonya dan apakah foto tersebut memang dibutuhkan oleh pembeli.


Shutterstock Nggak Cuma Berisi Foto dari Kamera Mahal

Coba kita lihat dari sisi pembeli. Pembeli Shutterstock sebenarnya nggak terlalu peduli kita motret menggunakan kamera apa. Mereka lebih peduli: "Apakah foto ini cocok dengan kebutuhan saya?"

Misalnya ada seorang designer yang sedang mencari foto: orang sedang menggunakan smartphone. Dia menemukan foto yang sesuai dengan konsep desainnya. Apakah dia akan bertanya: "Ini difoto pake Canon atau HP?" Kemungkinan besar nggak.

Yang dia lihat adalah apakah fotonya bagus, tajam, komposisinya sesuai, dan bisa digunakan untuk kebutuhannya. Jadi jangan berpikir bahwa foto dari HP otomatis kalah hanya karena kameranya lebih sederhana.


Kamera HP Sekarang Sudah Cukup Bagus

Perkembangan kamera smartphone sekarang juga sudah luar biasa. Bahkan HP kelas menengah pun sudah bisa menghasilkan foto dengan resolusi tinggi, warna yang cukup bagus, dan detail yang lumayan. Apalagi kalo kondisi pencahayaannya bagus.

Dalam kondisi tertentu, hasil foto HP bisa terlihat sangat bagus. Tapi ada satu hal yang perlu diperhatikan. Resolusi tinggi nggak otomatis berarti kualitas fotonya bagus. Misalnya HP punya kamera 50 MP. Tapi kita memotret di tempat gelap dengan ISO tinggi, hasilnya bisa tetap noisy.

Atau foto 50 MP tapi fokusnya meleset. Tetap saja hasil akhirnya kurang bagus untuk microstock. Jadi jangan cuma melihat angka megapixel.


Cahaya Lebih Penting daripada Kamera Mahal

Ini salah satu hal yang sering dilupakan. Kawan-kawan bisa punya kamera mahal jutaan atau puluhan juta rupiah. Tapi kalo pencahayaannya buruk, hasil fotonya belum tentu bagus. Sebaliknya, HP yang sederhana bisa menghasilkan foto yang cukup menarik kalo digunakan dalam kondisi cahaya yang bagus.

Misalnya kita ingin memotret makanan. Daripada memotret di ruangan yang gelap, coba dekatkan makanan ke jendela. Gunakan cahaya alami. Atur posisi objek. Cari background yang bersih. Hasilnya bisa jauh lebih bagus.

Jadi sebelum buru-buru membeli kamera mahal, belajar memahami cahaya dulu.


Foto HP Seperti Apa yang Bisa Dijual?

Sebenarnya hampir sama dengan foto dari kamera lainnya. Yang penting adalah hasil akhirnya memenuhi standar dan punya kemungkinan digunakan oleh pembeli. Misalnya kawan-kawan bisa mencoba membuat foto:

Makanan

Foto makanan bisa digunakan untuk berbagai kebutuhan seperti menu, website, artikel, iklan, atau konten media sosial. Coba buat foto makanan dengan pencahayaan yang bagus dan background yang bersih.

Lifestyle

Misalnya:

  • Orang menggunakan smartphone
  • Orang bekerja menggunakan laptop
  • Orang membaca buku
  • Orang sedang olahraga
  • Aktivitas keluarga
  • Aktivitas sehari-hari

Jenis foto seperti ini punya banyak kemungkinan penggunaan.

Object Photography

Nggak harus selalu ada manusia. Kawan-kawan juga bisa memotret objek sederhana seperti:

  • Alat tulis
  • Peralatan dapur
  • Buah
  • Sayuran
  • Gadget
  • Peralatan olahraga
  • Barang rumah tangga

Yang penting konsepnya jelas dan hasilnya bagus.

Background

Foto background sederhana juga bisa memiliki kegunaan. Misalnya:

  • Tekstur kayu
  • Dinding
  • Kertas
  • Permukaan meja
  • Background minimalis
  • Background dengan copy space

Designer bisa menggunakan background seperti ini untuk berbagai kebutuhan desain.


Foto HP yang Bagus untuk Microstock Harus Seperti Apa?

Nah, ini yang lebih penting. Kalo menggunakan HP, coba perhatikan beberapa hal berikut.

1. Pastikan Foto Tajam

Ini wajib. Sebelum upload, coba zoom foto sampai 100%. Perhatikan objek utamanya. Apakah detailnya masih tajam? Atau ternyata sedikit blur? Foto yang terlihat bagus di layar HP belum tentu terlihat bagus ketika diperbesar.


2. Hindari Noise Berlebihan

Foto HP biasanya cukup bagus ketika kondisi cahaya terang. Tapi kalo digunakan dalam kondisi terlalu gelap, hasilnya bisa memiliki noise yang cukup banyak. Jadi kalo memungkinkan, gunakan pencahayaan yang cukup. Nggak harus punya lighting mahal. Cahaya jendela juga bisa dimanfaatkan.


3. Jangan Terlalu Mengandalkan Zoom Digital

Kalo bisa, mending mendekat ke objek daripada menggunakan digital zoom secara berlebihan. Digital zoom bisa mengurangi detail dan membuat hasil foto terlihat kurang tajam. Kalo HP punya optical zoom, tentu itu bisa menjadi pilihan yang lebih baik.

Tapi sekali lagi, semuanya tergantung perangkat yang digunakan.


4. Jangan Berlebihan Saat Editing

Setelah mengambil foto, mungkin kawan-kawan ingin mengeditnya. Boleh. Tapi jangan berlebihan. Misalnya warna dibuat terlalu kuat, sharpening terlalu tinggi, atau clarity dinaikkan sampai detail foto terlihat aneh.

Foto yang terlihat keren di Instagram belum tentu cocok untuk microstock. Mending edit dengan tujuan: memperbaiki foto, bukan mengubahnya menjadi sesuatu yang terlalu ekstrem.


Foto dari HP Bisa Kalah dengan Kamera, Tapi...

Kita juga harus realistis. Kamera profesional memang memiliki beberapa kelebihan dibandingkan kamera HP. Misalnya:

  • Sensor lebih besar
  • Dynamic range lebih luas
  • Performa low light lebih baik
  • Detail lebih baik
  • Lensa lebih fleksibel
  • Kontrol manual lebih lengkap

Jadi bukan berarti HP selalu bisa menggantikan kamera profesional dalam semua kondisi. Kalo kita ingin memotret dalam kondisi yang sulit, kamera dengan sensor besar memang bisa memberikan keuntungan. Tapi untuk banyak kebutuhan sehari-hari, HP sudah cukup untuk mulai belajar microstock.


Jangan Menunggu Punya Kamera Mahal

Ini mungkin poin yang paling penting. Jangan sampai kita berpikir: "Nanti aja mulai Shutterstock kalau sudah punya kamera."

Kemudian kita menabung. Setelah uang terkumpul, beli kamera. Setelah punya kamera, bingung cara menggunakannya. Akhirnya nggak mulai-mulai. Kalo sekarang sudah punya HP yang bisa menghasilkan foto dengan kualitas cukup baik, gunakan saja dulu:

  • Belajar mengambil foto.
  • Belajar mencari objek.
  • Belajar memahami cahaya.
  • Belajar komposisi.
  • Belajar membuat metadata.
  • Belajar memahami apa yang dibutuhkan pembeli.

Nanti kalo suatu saat memang merasa membutuhkan kamera yang lebih bagus, baru upgrade.


Justru HP Punya Keuntungan Sendiri

HP punya satu kelebihan yang sangat penting: selalu ada di dekat kita. Kita nggak perlu membawa kamera besar ke mana-mana. Misalnya sedang jalan-jalan. Melihat sesuatu yang menarik. Tinggal keluarkan HP. Foto. Selesai. Bahkan kita bisa memanfaatkan aktivitas sehari-hari untuk membuat stock photo.

Misalnya sedang memasak. Kita bisa membuat beberapa foto:

  • Bahan makanan
  • Proses memasak
  • Tangan memotong sayuran
  • Peralatan dapur
  • Makanan yang sudah jadi

Satu aktivitas sederhana bisa menghasilkan banyak ide foto.


Tapi Jangan Upload Semua Foto dari HP

Nah, ini juga penting. Karena memotret menggunakan HP itu gampang, bukan berarti setiap foto harus kita upload. Misalnya jalan-jalan sehari dan menghasilkan 300 foto. Bukan berarti: 300 foto → upload semua.

  • Pilih yang terbaik.
  • Periksa kualitasnya.
  • Lihat apakah ada foto yang terlalu mirip.
  • Perhatikan logo.
  • Perhatikan orang yang bisa dikenali.
  • Periksa noise dan ketajaman.

Kemudian pilih foto yang memang layak masuk portfolio. Kualitas tetap lebih penting daripada sekadar jumlah.


Coba Cari Kebutuhan yang Bisa Dibuat dengan HP

Kalo ingin serius menggunakan HP untuk microstock, coba mulai berpikir seperti pembeli. Misalnya: "Apa yang sering dibutuhkan designer?"

Kemudian kita bisa membuat foto berdasarkan kebutuhan tersebut. Contohnya:

  • Konsep keuangan
    • Foto dompet, uang, kalkulator, catatan pengeluaran, atau aktivitas budgeting.
  • Konsep kesehatan
    • Foto makanan sehat, olahraga, air minum, atau aktivitas hidup sehat.
  • Konsep teknologi
    • Foto smartphone, laptop, bekerja dari rumah, atau aktivitas digital.
  • Konsep pendidikan
    • Foto buku, alat tulis, belajar, atau aktivitas membaca.

Dengan cara seperti ini, kita nggak cuma memotret apa yang terlihat menarik. Tapi mulai membuat foto yang punya tujuan penggunaan.





Share:

0 comments:

Posting Komentar