Belajar mencari uang secara online

Kenapa foto diapprove di shutterstock tapi ditolak di Adobestock?



Hei kawan-kawan, kembali lagi di Microstock Indonesia, tempat belajar mencari uang secara online. Saya akan menjawab lagi satu pertanyaan tentang shutterstock dan adobestock:

"Kenapa foto diapprove di shutterstock tapi ditolak di Adobestock?"

Apa kalian juga pernah mengalami? Lalu, kenapa hal ini bisa terjadi?

Setiap Website Punya Standar Review yang Berbeda

Meskipun sama-sama menjual foto, ilustrasi, dan aset digital, setiap website microstock memiliki tim reviewer dan standar penilaian yang berbeda. Foto yang menurut reviewer Shutterstock sudah memenuhi standar, belum tentu dianggap memenuhi standar oleh reviewer Adobe Stock.

Begitu juga sebaliknya. Ada juga kasus di mana sebuah karya ditolak di Shutterstock, tetapi justru diterima di Adobe Stock. Hal seperti ini sangat normal di dunia microstock.

Proses review yang berbeda

Proses review kemungkinan melibatkan kombinasi sistem otomatis (AI) dan reviewer manusia. Setiap platform memiliki alur peninjauan yang berbeda dan tidak mengungkapkan secara rinci bagaimana setiap file dinilai. Karena itu, sebuah karya bisa saja diterima di satu platform tetapi ditolak di platform lainnya.

Misalnya, seorang reviewer menganggap noise pada foto masih dalam batas wajar, sedangkan reviewer lain merasa noise tersebut terlalu terlihat sehingga karya ditolak.

Standar Kualitas Bisa Berbeda

Beberapa alasan yang sering menyebabkan perbedaan hasil review antara lain:

  • Noise dianggap terlalu tinggi.
  • Fokus dinilai kurang tajam.
  • Exposure terlalu terang atau terlalu gelap.
  • White balance kurang akurat.
  • Komposisi dianggap kurang menarik.
  • Terlalu banyak karya serupa yang sudah tersedia di platform tersebut.

Kadang-kadang, masalahnya bukan karena foto jelek, tetapi karena reviewer menilai foto tersebut belum cukup kuat untuk menambah koleksi marketplace mereka.

Jangan Langsung Menghapus Karya

Kalau sebuah foto ditolak di Adobe Stock, bukan berarti foto tersebut tidak memiliki nilai. Bisa jadi foto yang sama justru laku berkali-kali di Shutterstock atau website microstock lainnya. Begitu juga sebaliknya. Karena itu, jangan terburu-buru menghapus atau menganggap karya tersebut gagal hanya karena ditolak oleh satu platform.

Pelajari Alasan Penolakannya

Setiap kali karya ditolak, biasakan membaca alasan yang diberikan. Kalau alasannya berkaitan dengan kualitas teknis, seperti noise, fokus, atau pencahayaan, cobalah perbaiki terlebih dahulu sebelum mengupload ulang jika memang platform tersebut mengizinkannya.

Namun jika alasannya karena nilai komersial atau konten serupa sudah terlalu banyak, biasanya akan lebih baik jika kawan-kawan membuat karya baru daripada terus memaksakan karya yang sama.

Jangan Terlalu Dipikirkan

Salah satu kesalahan yang sering dilakukan pemula adalah terlalu lama memikirkan satu karya yang ditolak. Padahal, dalam dunia microstock, yang jauh lebih penting adalah terus menambah portofolio. Semakin banyak karya berkualitas yang dimiliki, semakin besar peluang mendapatkan penjualan. Satu karya ditolak bukan berarti perjalanan sebagai kontributor sudah berakhir.

Bahkan kontributor dengan ribuan karya pun masih akan tetap menerima penolakan.

Share:

0 comments:

Posting Komentar