Apa Itu Shutterstock?
Halo kawan-kawan, selamat datang di materi pertama kita tentang Shutterstock Contributor. Sebelum kita masuk lebih jauh ke cara daftar, cara upload, atau bagaimana mendapatkan penghasilan dari Shutterstock, kita harus mengenal dulu sebenarnya Shutterstock itu apa. Karena banyak orang mungkin pernah mendengar nama Shutterstock, tapi belum benar-benar memahami bagaimana cara kerjanya.
Jadi, apa itu Shutterstock? Shutterstock adalah sebuah platform digital yang menyediakan berbagai macam aset kreatif seperti foto, ilustrasi, vector, video, dan berbagai konten visual lainnya. Kalau biasanya kita membeli barang di marketplace seperti pakaian, makanan, atau elektronik, Shutterstock juga bisa dibilang seperti marketplace. Namun yang diperjualbelikan bukan barang fisik, melainkan karya digital.
Di Shutterstock, ada dua pihak utama. Yang pertama adalah pembeli atau pengguna konten. Mereka adalah orang-orang atau perusahaan yang membutuhkan gambar untuk berbagai kebutuhan, seperti membuat website, iklan, desain media sosial, presentasi, hingga kebutuhan bisnis lainnya. Yang kedua adalah contributor. Contributor adalah orang yang membuat dan menjual karya digital mereka melalui Shutterstock. Jadi, kawan-kawan yang memiliki kemampuan fotografi, desain, membuat ilustrasi, atau membuat video, bisa mencoba menjadi contributor dan menjual karya tersebut ke pasar internasional.
Cara kerjanya cukup sederhana. Kita membuat sebuah karya, misalnya foto, ilustrasi vector, atau video. Kemudian karya tersebut kita upload ke Shutterstock Contributor. Setelah melewati proses pemeriksaan dari Shutterstock, karya kita akan masuk ke dalam koleksi mereka.
Ketika ada orang yang membutuhkan karya tersebut dan melakukan pembelian, kita akan mendapatkan penghasilan berupa royalti. Nah, konsep seperti inilah yang disebut dengan microstock. Mungkin sebagian kawan-kawan baru pertama kali mendengar istilah microstock. Jadi Microstock adalah sistem penjualan aset digital dengan harga yang relatif terjangkau, tetapi bisa dibeli oleh banyak orang dari seluruh dunia.
Jadi berbeda dengan menjual karya secara langsung ke satu orang. Misalnya kawan-kawan membuat sebuah ilustrasi logo, lalu menjualnya kepada satu klien. Di microstock, satu karya yang sama bisa digunakan oleh banyak pembeli, selama sesuai dengan aturan lisensi yang berlaku. Inilah salah satu hal menarik dari microstock. Satu karya yang kita buat hari ini masih memiliki kemungkinan menghasilkan uang di masa depan. Bahkan ada banyak contributor yang memiliki ribuan karya di portofolionya, sehingga penghasilannya berasal dari banyak file yang mereka upload.
Tapi kawan-kawan juga perlu memahami, Shutterstock bukanlah tempat untuk mendapatkan uang dengan cepat. Menjadi contributor membutuhkan proses. Kita perlu belajar membuat karya yang berkualitas, memahami tren pasar, mengetahui apa yang sedang dicari pembeli, dan tentunya konsisten dalam membuat konten. Karena di Shutterstock, karya yang bagus saja belum tentu cukup. Karya tersebut juga harus memiliki nilai jual dan sesuai dengan kebutuhan pasar. Jadi kesimpulannya, Shutterstock adalah sebuah platform tempat kreator menjual karya digital mereka kepada pembeli dari seluruh dunia.
Bagi fotografer, ilustrator, desainer, maupun kreator visual lainnya, Shutterstock bisa menjadi salah satu cara untuk mengubah kreativitas menjadi peluang penghasilan. Di materi berikutnya, kita akan membahas langkah pertama untuk memulai perjalanan menjadi contributor, yaitu bagaimana cara mendaftar akun Shutterstock Contributor. Jika ada pertanyaan untuk materi pengenalan shutterstock ini mungkin kawan-kawan bisa tulis di kolom komentar, nanti saya jawab kalau sempet.
Oke, Sampai jumpa di materi berikutnya, selamat pagi

Comments
Post a Comment